Akurat
Pemprov Sumsel

Sidak Pasar Rawasari, Mendag Pastikan Harga Sembako Jelang Lebaran Stabil

Esha Tri Wahyuni | 16 Maret 2026, 13:23 WIB
Sidak Pasar Rawasari, Mendag Pastikan Harga Sembako Jelang Lebaran Stabil
Menteri Perdagangan, Budi Santoso

AKURAT.CO Pemerintah memastikan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah masih relatif stabil.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso menyampaikan hal itu setelah melakukan inspeksi langsung di Pasar Rawasari, Jakarta, Senin (16/3/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Budi menegaskan pemerintah terus memantau harga dan ketersediaan barang di pasar tradisional untuk memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok menjelang Lebaran tanpa lonjakan harga yang signifikan.

“Selain itu sebenarnya dengan pengecekan ke pasar itu secara psikologis bisa mempengaruhi pedagang untuk tidak menjual mahal atau tidak menjual di atas HET,” kata Budi.

Baca Juga: Kemendag Siapkan 46 Perwakilan RI Dorong Ekspor Jasa dari Sekolah Vokasi

Berdasarkan hasil pemantauan langsung di Pasar Rawasari, sejumlah komoditas utama tercatat masih berada dalam kisaran harga yang wajar dan mendekati harga acuan penjualan (HAP) maupun harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Harga ayam ras tercatat sekitar Rp40 ribu per kilogram, sejalan dengan HAP yang berlaku. Sementara bawang merah dijual sekitar Rp40 ribu per kilogram, sedikit di bawah HAP yang berada di level Rp41.500 per kilogram.

Untuk minyak goreng rakyat MinyaKita, harga di pasar terpantau sekitar Rp15.700 per liter, atau masih sesuai dengan HET yang telah ditetapkan pemerintah.

Budi mengatakan pemerintah juga mendorong keberadaan minyak goreng merek lain sebagai alternatif bagi masyarakat agar pilihan produk tetap beragam dengan harga yang terjangkau.

“Minyak second brand juga banyak. Minyak second brand ini sebenarnya minyak pendamping MinyaKita supaya masyarakat punya banyak pilihan. Tidak hanya MinyaKita yang terjangkau, tapi juga minyak lain yang harganya masih bisa dijangkau masyarakat,” ujarnya.

Meski sebagian besar komoditas stabil, pemerintah mencatat terdapat beberapa bahan pangan yang mengalami kenaikan harga tipis. Komoditas tersebut antara lain cabai rawit dan telur ayam ras yang permintaannya cenderung meningkat menjelang hari besar keagamaan.

Budi menilai kenaikan tersebut masih berada dalam batas wajar. Pemerintah, kata dia, akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan harga hingga periode Lebaran melalui sistem pengawasan pasar yang terintegrasi.

Baca Juga: Kemendag Tertibkan Penjualan MinyaKita di Atas HET Rp15.700

Pengawasan tersebut dilakukan melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) yang memantau harga kebutuhan pokok secara harian di berbagai daerah. Saat ini terdapat sekitar 550 titik pasar di seluruh Indonesia yang menjadi bagian dari sistem pemantauan tersebut.

“Setiap hari ada kontribusi data dari berbagai daerah. Jadi ada sekitar 550 titik pasar yang terus kita awasi dan ikuti perkembangan harganya,” kata Budi.

Data SP2KP per 13 Maret 2026 menunjukkan harga sejumlah komoditas pangan masih berada pada level yang relatif stabil secara nasional. Harga beras medium tercatat Rp13.680 per kilogram, sedangkan beras premium berada di level Rp15.342 per kilogram. Harga MinyaKita berada di kisaran Rp15.872 per liter, sementara minyak goreng premium tercatat Rp21.180 per liter.

Untuk komoditas protein hewani, harga daging ayam ras berada di level Rp40.462 per kilogram dan telur ayam ras sekitar Rp30.879 per kilogram. Adapun harga cabai merah keriting tercatat Rp39.790 per kilogram, cabai rawit Rp78.079 per kilogram, cabai merah besar Rp41.630 per kilogram, bawang merah Rp39.934 per kilogram, serta bawang putih Rp36.146 per kilogram.

Stabilitas harga bahan pokok menjelang Lebaran menjadi perhatian pemerintah karena periode ini secara historis selalu diikuti lonjakan permintaan pangan. Berdasarkan pola konsumsi tahunan, permintaan sejumlah komoditas seperti daging ayam, telur, cabai, dan minyak goreng biasanya meningkat signifikan pada dua hingga tiga pekan sebelum Idul Fitri.

Oleh karena itu, pemerintah menilai pengawasan langsung di pasar serta pemantauan harga berbasis data menjadi langkah penting untuk menjaga keseimbangan pasokan dan harga. Selain sidak pasar, pemerintah juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pelaku distribusi untuk memastikan rantai pasok bahan pangan tetap lancar hingga puncak arus konsumsi Lebaran.

Kemendag menyatakan pemantauan akan terus dilakukan secara intensif hingga hari raya guna memastikan stabilitas harga tetap terjaga dan kebutuhan masyarakat selama periode Idul Fitri dapat terpenuhi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.