Pertamina Maksimalkan Operasi Kilang Demi Jaga Pasokan Energi Lebaran

AKURAT.CO PT Pertamina Patra Niaga memaksimalkan operasi kilang dalam negeri guna memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) selama periode Ramadan hingga Idul Fitri 2026.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo mengatakan, sejak awal tahun perseroan telah menyusun perencanaan pasokan energi secara matang, baik dari produksi kilang domestik maupun melalui skema impor yang telah dikontrak sebelumnya.
Menurutnya, strategi tersebut dilakukan agar proses pengadaan energi tidak bersifat mendadak ketika permintaan meningkat menjelang Ramadan dan Lebaran.
“Jadi sejak Januari itu Patra Niaga sudah menyiapkan perencanaan produk untuk Maret, baik yang diproduksi oleh kilang maupun yang kita harus melakukan importasi. Sehingga enggak tiba-tiba kami harus melakukan importasi di bulan Maret,” kata Mars Ega dalam Press Conference Kesiapan Satgas Ramadan dan Idul Fitri 2026 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta Cikampek, Senin (16/3/2026).
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Siagakan 345 Kapal Amankan Energi Lebaran 2026
Mars Ega menjelaskan bahwa saat ini kilang-kilang dioperasikan pada tingkat produksi maksimal dengan fokus utama pada peningkatan volume produksi.
Dirinya menegaskan bahwa dalam kondisi saat ini, orientasi operasional kilang tidak lagi berfokus pada optimalisasi keuntungan, melainkan pada pemenuhan kebutuhan energi nasional.
“Jadi kita operasikan kilang itu pada posisi maksimal produksi konteksnya quantity. Bagaimana kilang ini menghasilkan quantity sebanyak-banyaknya saat ini,” ujarnya.
Saat ini, produksi kilang domestik tercatat mencapai sekitar 1,1 juta barel per hari. Angka tersebut menjadi bagian dari strategi Pertamina dalam menjaga ketahanan pasokan energi nasional selama periode konsumsi tinggi.
Adapun, saat ini ketahanan stok berada di atas 21 hari dan akan terus diperkuat melalui mekanisme pengisian ulang secara berkala.
“Jadi kalau kita sampaikan hari ini stok itu di atas 21 hari, itu sebetulnya akan rolling terus ada top-up pengisian,” tutur Mars Ega.
Selain produksi dalam negeri, Mars Ega menuturkan pihaknya juga telah menyiapkan mekanisme pengadaan energi secara berkelanjutan melalui kontrak jangka panjang dan pengadaan spot.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Teken MoU Pasokan Minyak dan LPG dengan Hartree–Phillips 66
Mars Ega menyebutkan sebagian besar kontrak pengadaan telah diamankan sejak awal sebelum muncul dinamika geopolitik global.
“Kebanyakan yang long-term daripada yang spot. 90 hampir 90 sampai 95 persen itu sudah lock sebetulnya sebelum kejadian terjadi geopolitik di Timur Tengah kita sudah lockpengadaan tersebut. Sehingga saat ini kami memonitor delivery-nya,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









