Hemat Energi Jadi Kunci, SBY Dukung Strategi Prabowo Jaga Ekonomi

AKURAT.CO Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintahan Prabowo Subianto dalam mendorong penghematan energi sebagai respons menghadapi tekanan ekonomi global.
Melalui pernyataannya di media sosial, SBY menilai kebijakan efisiensi energi menjadi langkah strategis untuk menekan defisit anggaran sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah fluktuasi harga minyak, gas, dan bahan bakar dunia.
Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak perlu panik menghadapi gejolak global, namun tetap harus bertindak cepat dan tepat agar dampaknya tidak semakin meluas.
“Langkah antisipatif harus dilakukan secara terukur dan tidak terlambat,” ujarnya.
SBY juga mengingatkan bahwa kebijakan penghematan energi bukan hal baru.
Saat menjabat sebagai presiden, ia pernah menerapkan langkah serupa ketika harga minyak dunia melonjak, khususnya pada periode 2004–2005, 2008, dan 2013.
Kala itu, pemerintah mengombinasikan sejumlah kebijakan, mulai dari penyesuaian harga BBM, pemberian subsidi, hingga kampanye besar-besaran penghematan energi.
Baca Juga: Lawan Polusi dan Perubahan Iklim, PIK Hadirkan Solusi Hijau Lewat Pohon Trembesi hingga Mangrove
Meski menuai pro dan kontra, kebijakan tersebut dinilai mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus melindungi masyarakat rentan melalui bantuan langsung tunai (BLT).
Menurut SBY, penghematan energi tetap menjadi salah satu kunci menjaga kesehatan fiskal negara, terutama dalam menghadapi tantangan APBN 2026.
Ia menekankan bahwa berbagai opsi kebijakan dapat diambil, namun tujuan utamanya harus tetap menjaga pertumbuhan ekonomi, mengendalikan inflasi, serta mencegah gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).
Selain itu, SBY mengingatkan pentingnya keberpihakan terhadap masyarakat kecil yang paling terdampak kondisi ekonomi.
Ia menegaskan, setiap kebijakan harus memastikan kelompok rentan tetap terlindungi di tengah tekanan ekonomi global yang terus berkembang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.











