Akurat
Pemprov Sumsel

Daya Beli Kuat, Mendag Sebut Belanja Masyarakat pada Ramadan dan Lebaran 2026 Tembus Rp180 Triliun

Esha Tri Wahyuni | 1 April 2026, 17:53 WIB
Daya Beli Kuat, Mendag Sebut Belanja Masyarakat pada Ramadan dan Lebaran 2026 Tembus Rp180 Triliun
Mendag Budi Santoso

AKURAT.CO Total transaksi Ramadan dan Idul Fitri 2026 mencapai Rp180 triliun, menjadi indikator kuatnya daya beli masyarakat Indonesia di tengah dinamika ekonomi global. 

Menteri Perdagangan, Budi Santoso mengungkapkan, capaian ini ditopang oleh dua program utama, yakni Friday Mubarak dan Bina Lebaran 2026.

Lonjakan transaksi Lebaran 2026 ini juga sejalan dengan peningkatan kunjungan ke pusat perbelanjaan serta konsumsi masyarakat pada sektor makanan, minuman, dan hiburan. 

Baca Juga: Kala Perlinsos Menjaga Denyut Daya Beli Agar Tak Retak

Dengan tren konsumsi yang tetap solid, momentum ini menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya pada kuartal I 2026.

Program Belanja Nasional Dorong Transaksi Hingga Rp180 Triliun

Menteri Perdagangan Budi Santoso melaporkan total nilai transaksi dari berbagai program belanja nasional selama Ramadan dan Idul Fitri 2026 mencapai sekitar Rp180 triliun.

Budi menyampaikan bahwa Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan sejumlah kementerian, lembaga, dan asosiasi untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat.

“Program Friday Mubarak berhasil mencatat transaksi sebesar Rp126 triliun per 29 Maret 2026 atau 5,9 persen di atas target. Sedangkan Bina Lebaran 2026 membukukan Rp54,9 triliun atau 2,8 persen di atas target,” ujar Budi di Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Dirinya menambahkan, estimasi nilai transaksi Friday Mubarak hingga 31 Maret 2026 diproyeksikan mencapai Rp129,1 triliun atau 8,5 persen melampaui target yang ditetapkan.

Jangkauan Program Meluas, Libatkan Jutaan Pelaku Usaha

Program Friday Mubarak melibatkan ekosistem perdagangan dalam skala besar, mulai dari 200 jenama, 11 juta pedagang pasar, hingga 414 pusat perbelanjaan dan 13.450 pasar rakyat di seluruh Indonesia.

Sementara itu, program Bina Lebaran 2026 mencakup partisipasi yang lebih luas dengan melibatkan 800 jenama, 80 ribu gerai ritel, dan 400 pusat perbelanjaan yang tersebar di 24 provinsi.

Skala partisipasi ini menunjukkan sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam mendorong konsumsi domestik selama periode Lebaran.

Kunjungan Mal Naik 12 Persen, Konsumsi Didominasi F&B dan Hiburan

Berdasarkan data Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), tingkat kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan selama Ramadan dan Idul Fitri meningkat sekitar 12% secara tahunan.

Selain itu, pertumbuhan kunjungan pada kuartal I 2026 tercatat naik sekitar 10%. “Konsumsi masyarakat didominasi oleh makanan, minuman, dan entertainment. Peningkatan kunjungan di kuartal I 2026 diperkirakan tumbuh 10 persen,” kata Budi.

Tren ini menegaskan bahwa sektor ritel dan gaya hidup masih menjadi penggerak utama konsumsi domestik.

Strategi Jaga Daya Beli Berlanjut Sepanjang 2026

Pemerintah memastikan upaya menjaga daya beli masyarakat tidak berhenti setelah periode Ramadan dan Idul Fitri.

Sejumlah program lanjutan telah disiapkan sepanjang 2026, antara lain Bina Holiday pada Juni–Juli, Bina HBD Indonesia pada Agustus, serta Bina Indonesia Great Sale pada Desember.

Selain itu, terdapat juga program lain seperti Holiday Sale pada Juni, Merdeka Madness pada Agustus, EPIC Sale pada Desember, dan Indonesia Shopping Festival pada Agustus 2026. “Ini semua dilakukan untuk meningkatkan daya beli masyarakat kita,” imbuh Budi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.