Terealisasi 25 Persen dari Kuota Tahunan, BPH Migas: Penyaluran BBM Kuartal I-2026 Terkendali

AKURAT.CO Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan kompensasi sepanjang kuartal I-2026 masih dalam kondisi terkendali dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan baik.
Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas mengatakan, realisasi penyaluran BBM nasional hingga periode Januari–Maret 2026 masih berada di bawah 25% dari kuota tahunan, sehingga menunjukkan distribusi yang masih sesuai perencanaan.
“Bahwa semua produk subsidi dan kompensasi negara, adalah menggambarkan kuota nasional untuk minyak tanah, posisi penyerapannya adalah 24,52 persen,” kata Wahyudi saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI dikutip, Kamis (9/4/2026).
Baca Juga: Bos BPH Migas Bantah Pembatasan Pembelian BBM: Tak Ada Pembatasan Maupun Kenaikan Harga
Wahyudi menjabarkan, untuk minyak tanah, posisi penyerapan hingga akhir Maret tercatat sebesar 24,52% dari kuota nasional.
Sementara itu, untuk jenis BBM tertentu (JBT) yaitu solar, realisasi penyaluran sampai dengan akhir Mareg mencapai 4,5 juta kiloliter (KL) dari kuota nasional sebesar 18,6 juta KL atau setara 24,49%
Adapun untuk jenis BBM khusus penugasan (JBKP) Pertalite, realisasi penyaluran sampai dengan Maret 2026 tercatat sebesar 6,88 juta KL dari kuota nasional 29,26 juta KL, dengan tingkat penyerapan sebesar 23,52%.
“Artinya kondisi penyaluran untuk BBM tahun 2026 masih terkontrol dan masyarakat terpenuhi dengan baik,” ujar Wahyudi.
Selain penyaluran, Wahyudi juga memastikan kondisi ketahanan stok BBM nasional dalam posisi aman. Berdasarkan data dari PT Pertamina (Persero), stok RON 90 atau Pertalite tercatat mampu memenuhi kebutuhan selama 18,1 hari.
Sementara untuk Pertamax (RON 92), ketahanan stok mencapai 22,1 hari, dan Pertamax Turbo (RON 98) berada pada level 46,5 hari. Pada kategori gasoil, stok solar CN48 memiliki ketahanan selama 16,5 hari, sedangkan Pertamina Dex CN53 mencapai 64,5 hari.
Wahyudi menambahkan, pergerakan stok BBM jenis gasoline dan gasoil memang sangat dinamis seiring kebutuhan masyarakat. Namun, keseimbangan stok tetap terjaga karena operasional kilang Pertamina masih berjalan normal.
“Kami sudah konfirmasi dengan Pertamina Grup bahwasannya kilang, tetap produksi normal, tidak ada kegiatan-kegiatan maintenance, sehingga posisi fluktuatif ini terus terjaga dengan baik dan kondisinya memang sangat aman,” tutur Wahyudi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










