Kemendag Dorong UMKM Bidik Pasar Terdampak Konflik Global

AKURAT.CO Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong pelaku usaha nasional, khususnya UMKM, untuk mengubah strategi ekspor dengan membidik pasar-pasar terdampak konflik global, di tengah ketidakpastian perdagangan internasional.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi menegaskan, peluang ekspor tetap terbuka meski situasi global bergejolak.
“Indonesia berpeluang besar untuk mengambil peran sebagai sumber pasokan global dan tampil sebagai kekuatan ekspor di tengah ketidakpastian dunia. Setiap krisis menghadirkan peluang,” ujar Puntodewi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (18/4/2026).
Baca Juga: UMKM Sumbang 60 Persen PDB, Kemendag Genjot Akses ke Ritel Modern
Sekretaris Ditjen PEN, Arief Wibisono menambahkan, pelaku usaha harus melihat dinamika global sebagai peluang.
“Dinamika global jangan dilihat sebagai penghalang, melainkan sebuah kesempatan,” kata Arief.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Indonesia sepanjang 2025 tercatat mencapai sekitar USD258 miliar, dengan kontribusi sektor non migas mendominasi lebih dari 90%.
Sementara pada awal 2026, tren ekspor masih menunjukkan ketahanan meski tekanan geopolitik meningkat.
Perubahan strategi ini tidak lepas dari dinamika global, termasuk konflik geopolitik di Timur Tengah dan ketegangan perdagangan antar negara besar yang memengaruhi rantai pasok dunia.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah juga mendorong diversifikasi pasar ekspor untuk mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional seperti Amerika Serikat dan China.
Baca Juga: Sekjen Kemendagri Minta Pemda Pastikan Stok Cabai dan Bawang Merah untuk Kendalikan Harga
Tenaga Teknis Export Center Surabaya, Aksamil Khair, menyebut forum ini membuka ruang solusi konkret. “Melalui sesi diskusi, pelaku usaha menyampaikan berbagai permasalahan untuk memperoleh klarifikasi dan solusi,” ujarnya.
Sejumlah pelaku usaha mulai merespons perubahan arah strategi ini, termasuk dengan menyasar pasar yang sebelumnya dianggap berisiko tinggi. Pemilik CV Haza Food Muhammad Zainudin mengaku mendapat perspektif baru dalam menyusun strategi ekspor.
“Kami memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai regulasi ekspor sekaligus strategi dalam menyiasati pasar Timur Tengah yang tengah terdampak konflik,” kata Zainudin.
Langkah ini dinilai dapat menjaga kinerja ekspor nasional sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru, terutama bagi produk makanan olahan, manufaktur ringan, dan komoditas bernilai tambah. Bagi pasar domestik, peningkatan ekspor berpotensi menjaga stabilitas produksi industri dan serapan tenaga kerja.
Kemendag akan memperkuat program pengembangan ekspor berbasis informasi pasar dan perjanjian dagang internasional. Pemerintah juga mendorong kolaborasi antara pelaku usaha dan lembaga pendukung ekspor untuk memperluas akses pasar global.
Dengan strategi yang lebih adaptif, pelaku usaha diharapkan mampu menjaga momentum ekspor di tengah ketidakpastian global sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini











