Kemenhub Perluas Jangkauan Angkutan Motis, Siapkan 3 Langkah

AKURAT.CO Kementerian Perhubungan berencana meningkatkan kualitas layanan Program Angkutan Motor Gratis (Motis) dengan kereta api ke depan.
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api, Arif Anwar mengatakan ada 3 langkah yang telah disiapkan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) guna menindaklanjuti program ini.
Pertama, penambahan stasiun pemberhentian guna memperluas jangkauan layanan serta meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap program Motis, khususnya di wilayah yang memiliki potensi permintaan tinggi.
Baca Juga: Terminal Tirtonadi Surakarta Siap Berangkatkan Angkutan Motis Tujuan Jakarta
Kedua, melaksanakan evaluasi menyeluruh terhadap waktu perjalanan KA Motis dan ketiga adalah perpanjangan layanan hingga mencakup stasiun-stasiun di wilayah Jawa Timur.
"Respon masyarakat terhadap program Motis selama ini sangat positif dan antusias. Maka guna meningkatkan kualitas layanan Program Motor Gratis (Motis) ke depan pasca capaian Angkutan Lebaran 2026, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) akan melakukan beberapa langkah peningkatan," kata Arif dikutip dari laman Kemenhub, Minggu (26/4/2026).
Kemudian terdapat rencana opsi perluasan relasi lintas pelayanan Motis hingga koridor Jakarta–Surabaya (PP). Namun demikian, implementasi rute tersebut bergantung pada ketersediaan dan kecukupan sarana, khususnya kereta kelas ekonomi (K3) untuk penumpang serta kereta bagasi (B) untuk pengangkutan sepeda motor.
"Apabila sarana yang tersedia dinilai memadai, tidak mengganggu pelayanan eksisting, dan sesuai dengan kebutuhan angkutan Lebaran, maka pengembangan relasi tersebut berpotensi untuk direalisasikan guna memperluas jangkauan layanan dan memenuhi kebutuhan masyarakat," ujar Arif.
Sementara itu, untuk pengembangan layanan Motis di wilayah Sumatera, Kemenhub akan melaksanakan survey demand pelayanan angkutan motis di wilayah Sumatera khususnya di wilayah Sumatera bagian selatan (Lampung dan Palembang).
"Hal ini juga mempertimbangkan berbagai aspek, antara lain kesiapan infrastruktur, dukungan sarana prasarana, termasuk skema layanan yang akan diimplementasikan," tambahnya.
Terkait program Motis yang berlangsung, Arif menyatakan peserta memanfaatkan layanan ini sebagai solusi mudik yang lebih aman dan nyaman.
Hal tersebut ditunjukkan dengan tingginya okupansi dari Motis pada angkutan lebaran tahun ini sebanyak 12.419 unit sepeda motor atau 104,4% dari target 11.900 unit, serta melayani 19.789 penumpang yang telah berhasil diangkut dengan tujuan terbanyak adalah Kutoarjo dan Lempuyangan.
Apabila pada Lebaran tahun sebelumnya penyelenggaraan Motis hanya melayani 2 lintas pelayanan, yaitu lintas utara dan lintas tengah, maka pada Angkutan Lebaran 2026 layanan Motis ditambah menjadi 3 lintas pelayanan, yakni lintas utara, lintas tengah, dan lintas selatan dengan relasi Jakarta/Pasar Senen–Madiun pulang pergi (PP) melalui Kiaracondong.
Selain itu, dari sisi kapasitas juga terdapat peningkatan kuota dibandingkan Motis 2025, dari semula 7.424 unit sepeda motor dengan difasilitasi 16.960 tiket penumpang menjadi 11.900 unit sepeda motor dengan difasilitasi 28.196 tiket penumpang pada penyelenggaraan Motis Angkutan Lebaran 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









