Akurat Logo

Ini Pemilik Green SM, Operator Taksi Listrik Yang Dipanggil Kemenhub Usai Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur

Yosi Winosa | 28 April 2026, 14:06 WIB
Ini Pemilik Green SM, Operator Taksi Listrik Yang Dipanggil Kemenhub Usai Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur
Armada taksi listrik Green SM

AKURAT.CO Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi akan memanggil operator taksi Green SM yang menimbulkan kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur.

Dudy sudah memerintahkan Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Aan Suhanan untuk menemui pihak Green SM.

"Saya sudah minta Dirjen Perhubungan Darat untuk bertemu dengan pengelola taksi hijau tersebut untuk melakukan evaluasi. Mudah-mudahan tadi kalo jadi hari ini mestinya," kata Dudy di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).

Baca Juga: Presiden Prabowo Siapkan Anggaran Rp4 Triliun Benahi Infrastruktur Perkeretaapian

Taksi Green SM kembali viral menyusul kecelakaan kereta api tersebut. Diduga sang pengemudi menyerobot dan memaksa melintasi rel. Namun ketika sampai di rel, taksi tersebut mati sehingga tertabrak KA 5181 dan pada akhirnya memicu tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di jalur berlawanan.

Sebelum insiden ini, taksi tersebut juga sering menjadi sorotan warganet karena perilaku berkendara pengemudi yang kerap membahayakan pengguna jalan lainnya. Lantas siapa pemilik Green SM?

Adalah Pham Thu Huong, lady boss Green Smart Mobility atau GSM, operator taksi listrik Green SM yang berdiri sejak 6 Maret 2023 lalu. Wanita asal Vietnam dengan kekayaan lebih dari Rp46 triliun ini merupakan istri pendiri sekaligus ketua Vingroup JSC (holding), Pham Nhat Vuong.

Mengutip website perusahaan, GSM beroperasi dalam dua layanan utama: pemesanan mobil listrik dan penyewaan mobil serta sepeda motor listrik, dengan investasi mencapai 20.000 mobil dan 60.000 sepeda motor.

Mereka menyediakan layanan perjalanan dengan kendaraan listrik, sekaligus menyewakan kendaraan kepada perusahaan transportasi untuk memenuhi kebutuhan akan opsi transportasi yang ramah lingkungan.

Di negara asalnya, GSM tumbuh pesat, bahkan berekspansi ke luar negeri antara lain Indonesia, Laos, dan Filipina. Tahun 2026 ini perusahaan berencana memperluas operasinya ke 10 pasar tambahan.

Di Indonesia sendiri, Green SM resmi meluncur pada 18 Desember 2024. Layanan ini mengawali operasionalnya di Jakarta dan sekitar (Jabodetabek) dengan armada mobil listrik VinFast dan terus berekspansi ke kota-kota lain seperti Bali, Makassar dan Surabaya.

Masuknya Green SM juga masih terakit erat dengan investasi VinFast di Indonesia. VinFast memulai debutnya di Indonesia pada IIMS 2024 dan berkomitmen membangun pabrik kendaraan listrik.

Luhut Binsar Panjaitan yang kala itu menjabat Menko Marves punya andil besar dalam menarik komitmen investasi Vinfast di Indonesia. Hingga akhirnya mereka berinvestasi Rp18,6 triliun untuk membangun pabrik kendaraan listrik di Subang. Pabrik mereka diresmikan pada Desember 2025

Kehadiran Green SM merupakan bagian dari strategi VinFast untuk membangun ekosistem EV (Electric Vehicle) yang komprehensif, tidak hanya menjual mobil tetapi juga menyediakan layanan transportasi.

Armada Vinfast sendiri menjadi satu-satunya kendaraan yang digunakan Green SM (Xanh SM), termasuk armada mobil listrik VinFast, khususnya model VF 5, VF e34, dan VF 3.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.