Kemendag Siapkan 3 Jurus Agar Produk Halal UMKM RI Kian Mendunia

AKURAT.CO Menteri Perdagangan, Budi Santoso menegaskan bahwa pemeirntah terus mendorong pengembangan pasar domestik sekaligus memperluas akses ekspor produk halal UMKM RI ke pasar global.
Upaya ini diwujudkan melalui tiga program utama, yaitu pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, serta program “dari lokal untuk global”.
Fasilitas lain yang bisa digunakan pelaku UMKM, lanjut Budi Santoso, di antaranya klinik desain untuk penguatan branding produk halal, kemitraan dengan ritel modern, standarisasi dan pengendalian mutu, hingga pitching dan business matching online ke 33 negara.
Baca Juga: Begini Cara Bos BPJPH Lobi AS Patuhi Sertifikasi Halal di Tengah Tarif Resiprokal
Sebagai bagian dari upaya memperluas akses pasar, pelaku usaha juga didorong untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia ke-41 yang akan diselenggarakan pada 14–18 Oktober 2026 di ICE BSD City, Tangerang.
"Perlu juga digencarkan sosialisasi tentang sertifikasi halal ke UMKM. Salah satunya dengan acara seperti Festival Syawal 2026 ini, akan menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong kejayaan industri halal Indonesia di masa depan," ujar Mendag di sela Puncak Festival Syawal 2026 di Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Data dari BPJPH menunjukan dari 64 juta produk yang beredar, baru sekitar 24 juta yang telah bersertifikat halal.
Sementara Data Kementerian Koperasi menunjukan saat ini baru sekitar 9,8 juta produk telah bersertifikat halal. Hal ini menunjukkan masih besarnya ruang yang perlu diakselerasi dalam implementasi jaminan produk halal di Indonesia.
KDMP Siap Integrasikan Konsep Halal
Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi Kementerian Koperasi, Deva Rahman menambahkan bahwa penguatan ekosistem halal Indonesia menjadi langkah strategis dalam mendorong daya saing nasional di tingkat global.
Peran koperasi, lanjut Deva, sangat penting dalam mendukung rantai pasok halal. Saat ini, terdapat sekitar 83.000 koperasi desa Merah Putih, dengan sekitar 4.700 di antaranya telah terbangun sepenuhnya.
"Koperasi-koperasi ini diharapkan dapat menjadi fondasi dalam membangun ekosistem halal yang terintegrasi, mulai dari hulu hingga hilir," imbuh Deva.
Ia juga menekankan bahwa aspek kehalalan memiliki posisi krusial dalam aktivitas koperasi, khususnya dalam memastikan integritas produk di seluruh rantai pasok.
Integrasi antara koperasi syariah dengan ekosistem halal dinilai sebagai kunci dalam memperkuat struktur ekonomi berbasis nilai dan kepercayaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









