Akurat Logo

Bahlil: Filipina Segera Masuk Jaringan Listrik Trans Borneo

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 12 Mei 2026, 15:40 WIB
Bahlil: Filipina Segera Masuk Jaringan Listrik Trans Borneo
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia (AKURAT.OC/Lukman Nur Hakim)

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa Filipina bakal bergabung kedalam jaringan transmisi listrik Trans Borneo Power Grid guna memperkuat konektivitas dan efisiensi distribusi energi di kawasan Asia Tenggara.

Adapun, rencana ini diutarakan dalam perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN 2026 yang akan digelar di Filipina beberapa waktu lalu.

“kita juga melakukan komunikasi intens dengan beberapa delegasi khususnya di kawasan ASEAN menyangkut dengan power grid.

Sekarang kan kita sudah bangun jaringan antara Malaysia, Indonesia. Sebentar lagi akan masuk Filipina,” kata Bahlil di Kementerian ESDM dikutip, Selasa (12/5/2026).

Baca Juga: Gunung Dukono Erupsi, Kementerian ESDM Imbau Warga Waspadai Abu Vulkanik

Selain membahas pengembangan jaringan listrik regional, Bahlil turut menyinggung rencana ekspor listrik bersih Indonesia ke Singapura.

Namun, Ketua Umum Partai Golkar ini menegaskan bahwa kerja sama tersebut harus memberikan keuntungan yang adil bagi Indonesia.

“Tapi untuk Singapura kita juga akan ekspor tapi harganya juga harus cengli (sesuai). Selama itu belum kita bicara tentang win-win, maka saya pikir penting untuk dilakukan kajian lebih mendalam,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto dalam pidato di KTT tersebut menegaskan bahwa Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) harus terus berkembang agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat di kawasan secara lebih nyata.

Menurut Presiden, kerja sama subkawasan tersebut harus menjadi lebih adaptif, berdampak, dan responsif terhadap dinamika global yang terus berubah.

"Dengan semangat itu, BIMP-EAGA harus terus berkembang. BIMP-EAGA harus lebih adaptif, lebih berdampak, dan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat kita," lanjutnya.

Presiden Prabowo juga menekankan bahwa prioritas utama negara-negara anggota saat ini adalah melindungi keselamatan dan kehidupan masyarakat.

Presiden Prabowo menyebut bahwa visi BIMP-EAGA 2035 telah memberikan arah yang jelas, namun tantangan selanjutnya adalah memastikan implementasi yang nyata.

Baca Juga: Kementerian ESDM Siapkan Papua Jadi Pilar Strategis Ketahanan Energi Nasional

“Prioritas kita jelas, melindungi keselamatan dan mata pencaharian rakyat kita. Visi BIMP-EAGA 2035 telah memberi kita arah yang jelas. Sekarang tugasnya adalah mewujudkannya," ucap Presiden.

Lebih lanjut, Prabowo menekankan pentingnya memperkuat konektivitas subkawasan, termasuk peningkatan kapasitas jaringan listrik Trans Borneo Power Grid agar distribusi energi dapat berjalan lebih efisien di kawasan.

Presiden menilai seluruh agenda tersebut membutuhkan dukungan pembiayaan, keahlian teknis, serta kemitraan yang lebih erat dengan para mitra pembangunan regional.

"Semua ini tidak akan terjadi tanpa dukungan yang tepat. Kita perlu mengamankan pendanaan, memobilisasi keahlian teknis; dan memperdalam kemitraan dengan penasihat regional dan Mitra Pembangunan kita," tandasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.