Akurat Logo

Rosatom Dukung Program Nuklir Nasional Indonesia

Andi Syafriadi | 13 Mei 2026, 17:08 WIB
Rosatom Dukung Program Nuklir Nasional Indonesia
Presiden Indonesia, Prabowo Subianto bersama Direktur Jenderal Rosatom, Alexey Likhachev (IG: @Rusemb_Indonesia)

AKURAT.CO Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan Direktur Jenderal perusahaan nuklir Rusia Rosatom, Alexey Likhachev, pada Selasa (12/5/2026)

Pertemuan tersebut membahas berbagai peluang kerja sama strategis antara Indonesia dan Rusia di bidang pemanfaatan energi nuklir untuk tujuan damai.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak mendiskusikan sejumlah sektor potensial, mulai dari pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN), pembangunan infrastruktur nuklir, pelatihan tenaga ahli, hingga pemanfaatan teknologi nuklir di luar sektor energi.

Baca Juga: Rusia Uji Coba Rudal Nuklir Sarmat, Putin Klaim Perang Ukraina Segera Berakhir

Alexey Likhachev menegaskan bahwa Rusia memandang hubungan kerja sama dengan Indonesia di sektor nuklir berkembang dalam suasana saling percaya dan saling menghormati.

“Bagi kami, sangat penting bahwa dialog antara Rusia dan Indonesia di bidang nuklir berkembang dalam suasana saling percaya dan saling menghormati. Saat ini, Indonesia telah menetapkan target ambisius dalam pengembangan energi nuklir,” ujar Likhachev dikutip dari akun resmi Instagram Kedutaan Besar Rusia untuk Indonesia, @Rusemb_Indonesia.

Menurut Alexey, pembahasan antar kedua negara tidak hanya terkait aspek teknologi saja, melainkan mencakup pembentukan kemitraan jangka panjang yang berorientasi pada pengembangan industri baru di Indonesia.

Selain itu, kerja sama tersebut juga diarahkan untuk mendukung pelatihan tenaga ahli nasional, penguatan kompetensi teknologi, serta peningkatan kedaulatan teknologi Indonesia.

Rosatom, lanjut Alexey, siap menawarkan pendekatan komprehensif dalam pengembangan program nuklir nasional Indonesia.

Baca Juga: AS dan Iran Disebut Makin Dekat ke Kesepakatan Nuklir, Trump Ultimatum Teheran soal Uranium

Penawaran tersebut mencakup solusi pembangkit listrik tenaga nuklir berskala besar, proyek reaktor modular kecil (small modular reactor/SMR), hingga unit pembangkit listrik terapung.

Kedua pihak juga memberikan perhatian khusus terhadap integrasi energi nuklir ke dalam sistem ketenagalistrikan Indonesia.

"Tentu hal ini sangat penting mengingat kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan yang membutuhkan sistem energi dengan distribusi fleksibel dan berkelanjutan," ucapnya kembali.

Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto bersama Alexey menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan strategis Indonesia dan Rusia, khususnya di sektor energi dan teknologi tinggi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.