Indonesia Kirim Perdana Pupuk Urea ke Australia Lewat Skema G2G

AKURAT.CO Indonesia resmi memulai ekspor perdana pupuk urea ke Australia melalui skema Government-to-Government (G2G).
Pengiriman tahap awal sebanyak 47.250 ton urea dilakukan oleh PT Pupuk Kalimantan Timur, anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero), dari Dermaga Bontang, Kalimantan Timur.
Langkah ini menjadi babak baru hubungan dagang Indonesia-Australia di sektor pangan dan pupuk, sekaligus menandai posisi Indonesia sebagai pemasok strategis pupuk di kawasan Asia-Pasifik di tengah tekanan rantai pasok global.
Baca Juga: PM Australia Telepon Prabowo, Ucapkan Terima Kasih Karena Persetujuan Ekspor Pupuk
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan, ekspor perdana tersebut merupakan bagian awal dari komitmen kerja sama ekspor urea sebesar 250 ribu ton yang ditargetkan meningkat hingga 500 ribu ton.
“Rencana kita mengekspor ke Australia sesuai pembicaraan Perdana Menteri Australia dan Bapak Presiden yaitu 250 ribu ton, tapi akan ditingkatkan menjadi 500 ribu ton, nilainya kurang lebih Rp7 triliun,” ujar Amran dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (15/5/2026).
Ekspor ini merupakan tindak lanjut komunikasi bilateral antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese.
Sebelumnya, Albanese disebut telah menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia atas persetujuan ekspor urea melalui sambungan telepon pada 21 April 2026.
Pemerintah menegaskan kebijakan ekspor dilakukan secara terukur dan tidak akan mengganggu kebutuhan pupuk nasional. Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan kondisi produksi nasional saat ini masih surplus.
Menurut dia, produksi urea nasional tahun 2026 ditargetkan mencapai 7,8 juta ton, sementara kebutuhan domestik diperkirakan sekitar 6,3 juta ton. Dengan demikian, terdapat surplus sekitar 1,5 juta ton yang dapat dimanfaatkan untuk pasar ekspor.
Baca Juga: Indonesia Ekspor Pupuk ke Australia Senilai Rp7 Triliun, Harga Pupuk di dalam Negeri Turun 20 Persen
“Pupuk Indonesia tetap mampu menjaga kebutuhan domestik sekaligus mempertahankan fleksibilitas ekspor secara terukur dan bertanggung jawab,” kata Rahmad.
Data perusahaan menunjukkan stok pupuk nasional hingga 13 Mei 2026 mencapai 1,1 juta ton. Produksi harian juga berjalan stabil dengan kapasitas sekitar 25 ribu ton urea dan 15 ribu ton pupuk NPK per hari.
Di sisi distribusi, perusahaan memanfaatkan Command Center dan sistem digital i-Pubers untuk memantau stok dan penyaluran pupuk secara real-time hingga tingkat kios.
Teknologi tersebut digunakan untuk mempercepat realokasi stok di wilayah dengan permintaan tinggi tanpa menunggu laporan manual.
Optimalisasi distribusi ini ikut mendorong penyaluran pupuk subsidi nasional. Hingga 13 Mei 2026, realisasi distribusi pupuk subsidi tercatat mencapai 3,5 juta ton atau meningkat sekitar 36% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Lewat Command Center dan sistem i-Pubers, kami bisa memantau pergerakan stok pupuk secara real-time hingga tingkat kios,” ujar Rahmad.
Australia sendiri selama ini masih bergantung pada impor pupuk untuk menopang sektor pertaniannya. Masuknya Indonesia sebagai pemasok baru dinilai dapat membantu diversifikasi sumber pasokan pupuk bagi Negeri Kanguru tersebut.
Deputy Ambassador Australia untuk Indonesia, Gita Kamath mengatakan kerja sama ini mencerminkan penguatan hubungan bilateral kedua negara.
“Australia sangat menghargai hubungan dengan Indonesia dan kerja sama ini mencerminkan persahabatan serta kemitraan yang kuat antara Australia dan Indonesia,” ujar dia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








