Bidik 40 Ribu Hektar Sawah Baru, Kementan Gandeng Gubernur Kaltim Tingkatkan SDM Pertanian

AKURAT.CO Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) bersama Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) pertanian guna menopang program cetak sawah seluas 40 ribu hektare hingga 2026.
Langkah ini dilakukan untuk mendukung target swasembada pangan nasional yang menjadi bagian dari program prioritas pemerintah.
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran mengatakan, pembangunan sektor pertanian tidak cukup hanya mengandalkan lahan dan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi pertanian.
Baca Juga: Menteri Nusron Minta Pemda Kalteng Percepat Pemutakhiran Sertifikat untuk Cegah Tumpang Tindih
“Pembangunan pertanian tak hanya membutuhkan dukungan lahan serta sarana prasarana, tetapi juga sumber daya manusia unggul, terampil, adaptif, dan profesional,” kata Agustiar Sabran dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (15/5/2026).
Penguatan SDM tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan antara Pemerintah Provinsi Kalteng dan Kementerian Pertanian terkait penyelenggaraan pendidikan vokasi dan program magang mahasiswa pada kawasan cetak sawah di Kalimantan Tengah.
Menurut Agustiar, kerja sama itu menjadi bagian dari upaya menyukseskan program swasembada pangan berkelanjutan sekaligus mendukung agenda prioritas nasional di sektor pangan.
“Penandatanganan nota kesepakatan ini merupakan bentuk nyata komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah dalam menyukseskan Asta Cita Presiden, khususnya program swasembada pangan berkelanjutan di Kalimantan Tengah,” ujarnya.
Dalam kerja sama tersebut, pendidikan vokasi diarahkan untuk menciptakan SDM pertanian profesional yang mampu mendukung program cetak sawah modern. Selain itu, mahasiswa juga akan dilibatkan langsung dalam praktik lapangan dan program magang di kawasan pengembangan pertanian.
Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian, Hermanto mengatakan, program cetak sawah di Kalimantan Tengah masih terus diperluas hingga tahun depan.
Hermanto menyebutkan, pada 2025 pemerintah menargetkan pembangunan cetak sawah sekitar 30 ribu hektare. Sementara pada 2026, tambahan cetak sawah ditargetkan mencapai sekitar 10 ribu hektare.
“Kami berharap lahan sawah yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan. Salah satu terobosan dari Bapak Gubernur adalah pengembangan pendidikan vokasi, sehingga lahan sawah dapat menjadi lokasi praktik langsung bagi mahasiswa,” katanya.
Program tersebut sekaligus menjadi strategi pemerintah untuk mengatasi tantangan regenerasi petani dan meningkatkan produktivitas pertanian nasional.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah rumah tangga usaha pertanian di Indonesia terus mengalami penurunan dalam satu dekade terakhir, sementara usia petani semakin menua.
Kementerian Pertanian sebelumnya juga mendorong peningkatan keterlibatan generasi muda di sektor pertanian melalui penguatan pendidikan vokasi, modernisasi alat mesin pertanian, hingga pengembangan brigade pangan berbasis teknologi.
Di Kalimantan Tengah, program penguatan SDM telah dijalankan melalui kolaborasi Pemerintah Provinsi Kalteng dengan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya lewat implementasi Akademi Komunitas Muhammadiyah UMPR (AKM UMPR).
Melalui program D1 vokasi di bidang pertanian, perikanan, dan peternakan, pemerintah daerah menargetkan pencetakan sekitar 2.000 SDM pertanian baru untuk mendukung pengembangan kawasan pangan di daerah tersebut.
Langkah ini dinilai penting karena Kalimantan Tengah menjadi salah satu wilayah prioritas pengembangan lumbung pangan nasional di luar Pulau Jawa. Selain memiliki cadangan lahan yang luas, provinsi tersebut juga masuk dalam pengembangan kawasan food estate pemerintah sejak beberapa tahun terakhir.
Penguatan SDM pertanian dinilai menjadi faktor penting agar program cetak sawah tidak berhenti pada pembangunan lahan semata, tetapi juga mampu meningkatkan produktivitas dan menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional dalam jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal










