Akurat Logo

Pemerintah Kebut Infrastruktur Gas Bumi untuk Dukung Industri Pupuk Nasional

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 15 Mei 2026, 19:03 WIB
Pemerintah Kebut Infrastruktur Gas Bumi untuk Dukung Industri Pupuk Nasional
Infrastruktur gas bumi

AKURAT.CO Pemerintah terus mempercepat pembangunan infrastruktur gas bumi sebagai solusi untuk mengatasi tantangan distribusi energi bagi industri strategis, salah satunya industri pupuk dalam negeri.

Pemerintah menyadari bahwa ketersediaan sumber gas yang melimpah tidak akan memberikan dampak optimal tanpa didukung oleh interkonektivitas jaringan pipa yang handal.

Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur transmisi gas bumi menjadi prioritas Pemerintah melalui perencanaan Rencana Induk Jaringan Transmisi dan Distribusi Gas Bumi Nasional (RIJTDGBN).

Baca Juga: Perkuat Industri Nasional, Pertagas Alirkan Gas Bumi ke KEK Sei Mangkei

Sekretaris Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam menyampaikan bahwa konektivitas infrastruktur adalah kunci untuk menurunkan biaya logistik energi dan memastikan pasokan sampai ke titik-titik industri.

Pihaknya juga menggarisbawahi bahwa sesuai dengan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 6 Tahun 2016, industri pupuk merupakan salah satu prioritas utama dalam alokasi dan pemanfaatan gas bumi domestik.

Gas bumi, lanjut Rizwi, diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku pembuatan pupuk guna menjamin ketersediaan pupuk dalam negeri, khususnya untuk memenuhi penyediaan kebutuhan pupuk bersubsidi.

"Diperlukan keselarasan antara pertumbuhan sektor dengan keandalan pasokan dan ketersediaan infrastruktur untuk peningkatan realisasi sektor pupuk dan industri di masa depan,” kata Rizwi dikutip dari laman Ditjen Migas, Jumat (15/5/2026).

Pemerintah melalui Ditjen Migas juga tengah mendorong penyelesaian proyek-proyek strategis nasional, diantaranya seperti proyek pipa transmisi Cirebon-Semarang (Cisem) Tahap II dan pipa Dumai-Sei Mangkei (Dusem).

Keberadaan infrastruktur ini diharapkan dapat menyambungkan pasokan gas dari wilayah surplus ke wilayah yang membutuhkan di Pulau Jawa dan Sumatera.

Pemerintah, kata Rizqi menjamin ketersediaan gas melalui optimalisasi pemanfaatan gas domestik dan akselerasi proyek-proyek lapangan migas serta pembangunan infrastruktur strategis, seperti proyek pipa gas Cisem dan Dusem.

“Langkah ini merupakan bagian dari pilar accessibility dan affordability, di mana kita ingin memastikan gas bumi tidak hanya tersedia, tetapi juga dapat diakses dengan mudah dan dengan biaya transportasi yang lebih efisien bagi industri hilir seperti pupuk,” ujar Rizwi.

Ditjen Migas berharap dengan infrastruktur yang terintegrasi, industri pupuk nasional dapat terus beroperasi secara berkelanjutan dengan harga yang kompetitif, sehingga mampu menjaga ketahanan pangan melalui produksi pupuk yang stabil sekaligus menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.