Pemerintah Kebut Infrastruktur Gas Bumi untuk Dukung Industri Pupuk Nasional

AKURAT.CO Pemerintah terus mempercepat pembangunan infrastruktur gas bumi sebagai solusi untuk mengatasi tantangan distribusi energi bagi industri strategis, salah satunya industri pupuk dalam negeri.
Pemerintah menyadari bahwa ketersediaan sumber gas yang melimpah tidak akan memberikan dampak optimal tanpa didukung oleh interkonektivitas jaringan pipa yang handal.
Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur transmisi gas bumi menjadi prioritas Pemerintah melalui perencanaan Rencana Induk Jaringan Transmisi dan Distribusi Gas Bumi Nasional (RIJTDGBN).
Baca Juga: Perkuat Industri Nasional, Pertagas Alirkan Gas Bumi ke KEK Sei Mangkei
Sekretaris Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam menyampaikan bahwa konektivitas infrastruktur adalah kunci untuk menurunkan biaya logistik energi dan memastikan pasokan sampai ke titik-titik industri.
Pihaknya juga menggarisbawahi bahwa sesuai dengan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 6 Tahun 2016, industri pupuk merupakan salah satu prioritas utama dalam alokasi dan pemanfaatan gas bumi domestik.
Gas bumi, lanjut Rizwi, diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku pembuatan pupuk guna menjamin ketersediaan pupuk dalam negeri, khususnya untuk memenuhi penyediaan kebutuhan pupuk bersubsidi.
"Diperlukan keselarasan antara pertumbuhan sektor dengan keandalan pasokan dan ketersediaan infrastruktur untuk peningkatan realisasi sektor pupuk dan industri di masa depan,” kata Rizwi dikutip dari laman Ditjen Migas, Jumat (15/5/2026).
Pemerintah melalui Ditjen Migas juga tengah mendorong penyelesaian proyek-proyek strategis nasional, diantaranya seperti proyek pipa transmisi Cirebon-Semarang (Cisem) Tahap II dan pipa Dumai-Sei Mangkei (Dusem).
Keberadaan infrastruktur ini diharapkan dapat menyambungkan pasokan gas dari wilayah surplus ke wilayah yang membutuhkan di Pulau Jawa dan Sumatera.
Pemerintah, kata Rizqi menjamin ketersediaan gas melalui optimalisasi pemanfaatan gas domestik dan akselerasi proyek-proyek lapangan migas serta pembangunan infrastruktur strategis, seperti proyek pipa gas Cisem dan Dusem.
“Langkah ini merupakan bagian dari pilar accessibility dan affordability, di mana kita ingin memastikan gas bumi tidak hanya tersedia, tetapi juga dapat diakses dengan mudah dan dengan biaya transportasi yang lebih efisien bagi industri hilir seperti pupuk,” ujar Rizwi.
Ditjen Migas berharap dengan infrastruktur yang terintegrasi, industri pupuk nasional dapat terus beroperasi secara berkelanjutan dengan harga yang kompetitif, sehingga mampu menjaga ketahanan pangan melalui produksi pupuk yang stabil sekaligus menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









