Akurat Logo

Bulog Tambah 5 Gudang di Pulau 3T Kepri, Distribusi Beras Dipercepat

Esha Tri Wahyuni | 17 Mei 2026, 10:30 WIB
Bulog Tambah 5 Gudang di Pulau 3T Kepri, Distribusi Beras Dipercepat
Ilustrasi Beras Bulog

AKURAT.CO Perum Bulog memperluas distribusi beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melalui pembangunan lima gudang baru mulai 2026.

Langkah ini difokuskan untuk memperkuat cadangan pangan pemerintah (CBP) sekaligus menjaga stabilitas harga beras di daerah kepulauan yang selama ini bergantung pada jalur distribusi laut.

Kepala Bulog Cabang Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, mengatakan pembangunan gudang baru akan menyasar wilayah Natuna, Kepulauan Anambas, dan Lingga yang memiliki tantangan distribusi paling tinggi di Kepri.

Baca Juga: Bapanas Kebut Penyaluran Beras SPHP, Realisasi Capai 51 Persen

“Khusus di Kepri, tahun ini akan dibangun infrastruktur pasca panen berupa gudang Bulog di lima titik yang menyasar pulau 3T seperti Natuna, Anambas, dan Lingga,” kata Arief dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (17/5/2026).

Di Kabupaten Natuna, Bulog akan menambah tiga gudang baru masing-masing berkapasitas 1.000 ton beras yang berlokasi di Pulau Laut, Midai, dan Serasan.

Saat ini Natuna baru memiliki dua gudang Bulog di Ranai dan Sedanau dengan kapasitas masing-masing 1.000 ton. Dengan tambahan tersebut, total kapasitas penyimpanan Bulog di Natuna akan mencapai 5.000 ton.

Sementara di Kabupaten Kepulauan Anambas, satu gudang baru berkapasitas 1.000 ton akan dibangun di Pulau Jemaja. Saat ini Anambas hanya memiliki satu gudang Bulog di Tarempa dengan kapasitas serupa.

Adapun di Kabupaten Lingga, Bulog juga menyiapkan pembangunan gudang baru di Pulau Dabok dengan kapasitas 1.000 ton.

Realisasi pembangunan di wilayah tersebut dijadwalkan dimulai pada 2027.

“Di Lingga baru terdapat satu gudang Bulog di Daik. Jarak antara Daik dan Dabok sekitar satu jam perjalanan laut,” ujar Arief.

Selain wilayah 3T, Bulog juga menyiapkan pembangunan gudang permanen di Kabupaten Karimun dengan kapasitas 2.000 ton untuk menggantikan gudang sewa yang saat ini hanya mampu menampung sekitar 800 ton beras.

Sedangkan untuk Batam, Tanjungpinang, dan Bintan, kapasitas gudang yang tersedia dinilai masih mencukupi kebutuhan distribusi SPHP masyarakat.

Baca Juga: DPR Soroti Stok Beras Bulog 5,3 Juta Ton: Risiko Rusak hingga Dugaan Manipulasi Data

Pembangunan gudang baru tersebut dibiayai pemerintah pusat melalui APBN, sementara pemerintah daerah diminta menyediakan hibah lahan. Bulog juga akan membangun fasilitas pendukung seperti kantor operasional, rumah dinas, musala, hingga fasilitas pekerja di kawasan pergudangan tersebut.

“Kita akan menempatkan SDM Bulog di pulau 3T,” kata Arief.

Langkah ekspansi infrastruktur pangan di Kepri menjadi penting karena wilayah tersebut memiliki karakteristik geografis kepulauan dengan rentang distribusi yang panjang dan sangat bergantung pada cuaca laut. Bulog mencatat perjalanan laut dari Ranai menuju Pulau Laut di Natuna dapat memakan waktu hingga enam jam.

Kondisi ini selama ini menjadi salah satu faktor penyebab tingginya biaya logistik pangan di wilayah perbatasan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi komponen makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi salah satu penyumbang utama inflasi di berbagai daerah kepulauan dalam beberapa tahun terakhir, terutama ketika distribusi terganggu akibat cuaca ekstrem.

Pemerintah juga tengah memperkuat program SPHP secara nasional untuk menjaga harga beras tetap stabil di tengah ancaman gangguan pasokan dan perubahan iklim. Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas), penyaluran beras SPHP menjadi salah satu instrumen utama pemerintah dalam menahan kenaikan harga beras medium di pasar domestik sejak 2023 hingga 2025.

Arief mengatakan keberadaan gudang baru di pulau terluar akan membuat pasokan beras dapat dikirim lebih awal sebelum musim angin utara dan gelombang tinggi datang.

“Ke depan dengan adanya gudang Bulog seperti di Pulau Laut, harga beras tetap sesuai HET. Kita juga bisa memasok beras sejak jauh-jauh hari guna mengantisipasi musim angin utara dengan gelombang tinggi mencapai empat meter,” ujarnya.

Sebagai informasi, Kepri menjadi salah satu wilayah strategis distribusi pangan nasional karena berbatasan langsung dengan jalur perdagangan internasional dan negara tetangga. Namun keterbatasan infrastruktur penyimpanan pangan membuat distribusi beras di sejumlah pulau kecil kerap mengalami keterlambatan saat cuaca memburuk.

Dengan tambahan gudang baru tersebut, Bulog tidak hanya memperkuat stok CBP di wilayah perbatasan, tetapi juga memperpendek rantai distribusi sehingga harga beras medium SPHP diharapkan lebih stabil dan sesuai harga eceran tertinggi (HET).

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.