Donggi Senoro LNG Operasikan Laboratorium Bersertifikasi ISO/IEC 17025:2017 Untuk Jaga Mutu

AKURAT.CO Dalam bisnis liquefied natural gas (LNG), laboratorium memiliki posisi yang jauh lebih strategis dibanding sekadar fungsi pengawasan mutu biasa.
Guna menjaga mutu yang selalu terjamin, PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) memandang laboratorium bukan sekadar ruang pengujian teknis, namun tempat reputasi perusahaan dipertaruhkan.
Maka dari itu, DSLNG menempatkan standar ISO/IEC 17025:2017 sebagai fondasi penting untuk menjaga keandalan operasional laboratorium. Sertifikasi ini diketahui masih dipegang oleh DSLNG sampai dengan tahun 2030.
Baca Juga: Konflik Timur Tengah Buka Peluang LNG AS Masuk ke China
Laboratory Supervisor PT Donggi Senoro LNG, Mohd. Taufiq mengatakan, sertifikasi tersebut merupakan komitmen perusahaan dalam memastikan seluruh hasil uji laboratorium memiliki tingkat akurasi dan presisi yang dapat dipercaya.
“Mengapa topik ini sangat krusial bagi kami?Karena dalam industri LNG, data Laboratorium bukan hanya sekedar angka data kertas, melainkan fondasi utama sebagai kepercayaan kami terhadap buyer, sehingga kami harus dapat memberikan hasil yang akurat dan presisi,” kata Taufiq dalam pemaparannya di booth DSLNG dalam acara IPA Convex 2026, Rabu (20/5/2026).
Di sis lain, LNG diperdagangkan berdasarkan kandungan energi atau Higher Heating Value (HHV). Artinya, pembeli tidak hanya membeli gas, tetapi membeli nilai energi yang terkandung di dalamnya.
Besaran HHV sangat dipengaruhi oleh komposisi gas hasil pengujian laboratorium yang membuat akurasi data menjadi sangat penting.
Dalam konteks tersebut, laboratorium menjadi titik krusial yang menjaga kesinambungan hubungan antara produsen LNG dan buyer global.
Hal ini menjadi semakin penting mengingat DSLNG memiliki kapasitas produksi mencapai dua juta ton LNG per tahun dengan pengiriman sekitar 36 kargo LNG setiap tahunnya.
“Maka dari itu ISO/IEC 17025:2017 ini penting bagi kami untuk mendukung kepercayaan dari customer bahwa hasil uji kita sudah sesuai,” ucapnya.
*Implementasi ISO/IEC 17025:2017 di Laboratorium DSLNG*
Lebih lanjut, implementasi standar ISO/IEC 17025:2017 tersebut kemudian diterapkan DSLNG melalui berbagai pengendalian ketat di laboratorium.
Dalam bahan paparan yang ditampilkan Taufiq, keandalan laboratorium juga diperkuat melalui peningkatan kompetensi personel.
Seluruh analis laboratorium telah memiliki sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), disertai evaluasi berkala, pelatihan, uji kecakapan, dan program berbagi pengetahuan secara berkelanjutan.
Tak hanya itu, DSLNG kata Taufiq nuga memastikan performa peralatan laboratorium, khususnya Gas Chromatograph (GC), tetap optimal melalui kalibrasi rutin, preventive maintenance, serta pengendalian suku cadang dan bahan pendukung pengujian.
Perusahaan juga menerapkan prinsip ketertelusuran metrologi dengan menggunakan Certified Reference Material (CRM) dan mendokumentasikan seluruh sertifikat kalibrasi untuk memastikan hasil pengukuran diakui secara global.
Untuk meminimalisir ketidakpastian pengukuran, laboratorium melakukan evaluasi terhadap berbagai faktor seperti kualitas CRM, proses persiapan sampel, kompetensi analis, performa instrumen, hingga kualitas gas helium sebagai carrier gas.
Validitas hasil pengujian dipantau melalui kontrol kualitas internal, pengujian repeatability dan reproducibility, serta Statistical Quality Control (SQC). Jika ditemukan hasil yang tidak sesuai standar, perusahaan segera melakukan corrective action.
Seluruh data pengujian LNG, mulai dari hasil analisis, chromatogram, lembar kalkulasi, data kalibrasi, hingga catatan operasional disimpan dan dilindungi secara ketat melalui sistem pengendalian akses dan backup data berkala untuk menjaga integritas serta traceability data.
Selain itu, Donggi Senoro LNG rutin melaksanakan audit internal untuk memastikan seluruh sistem laboratorium berjalan sesuai standar ISO/IEC 17025:2017.
Audit mencakup pengujian LNG, pengendalian dokumen, kompetensi personel, pengendalian alat, quality control, hingga implementasi manajemen risiko.
Akan tetapi, Taufiq menyampaikan bahwa sertifikasi ISO/IEC 17025 sebenarnya bukan kewajiban mutlak dalam industri LNG.
Namun bagi Donggi Senoro LNG, standar tersebut menjadi simbol komitmen perusahaan dalam menjaga integritas bisnis.
Menurutnya, pelanggan harus yakin bahwa energi yang mereka bayar benar-benar sesuai dengan kualitas LNG yang diterima.
Di tengah persaingan bisnis energi global yang semakin kompetitif, keandalan laboratorium akhirnya menjadi salah satu penopang utama reputasi perusahaan.
Sebab dalam industri LNG, kepercayaan tidak lahir dari slogan, melainkan dari kemampuan menjaga kualitas secara konsisten dan terukur.
“Ini (sertifikasi) merupakan wujud komitmen dari Donggi Senoro LNG kepada buyer kami bahwa kami bisa dipercaya. Bahwa perusahaan kami adalah perusahaan yang dapat dipercaya dan reliable untuk menjual LNG ke customer kami,” tutur Taufiq.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









