Akurat Logo

Telkom Restrukturisasi Besar, 48 Anak Usaha Akan Dilebur

Esha Tri Wahyuni | 26 Mei 2026, 10:30 WIB
Telkom Restrukturisasi Besar, 48 Anak Usaha Akan Dilebur
Telkom bersama BP BUMN dan Danantara mempercepat merger hingga likuidasi anak usaha untuk memperkuat efisiensi bisnis digital.

AKURAT.CO PT Telkom Indonesia terus mempercepat transformasi bisnis melalui pemangkasan jumlah anak usaha dari 67 entitas menjadi 19 entitas hingga akhir 2026.

Langkah ini dilakukan bersama Badan Pengelola (BP) BUMN dan Danantara untuk memperkuat posisi Telkom sebagai strategic holding digital nasional di tengah persaingan industri telekomunikasi dan digital yang semakin ketat.

Pembahasan percepatan transformasi tersebut dilakukan dalam pertemuan antara Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria dengan Direktur Strategic Business Development & Portfolio PT Telkom Indonesia, Seno Soemadji di Wisma Danantara, Senin (25/5/2026).

Dalam pertemuan itu, Telkom memaparkan sejumlah agenda besar transformasi perusahaan, mulai dari merger anak usaha, divestasi, likuidasi, konsolidasi bisnis, hingga pembentukan enterprise holding baru. Restrukturisasi tersebut diarahkan untuk memperkuat fokus bisnis digital dan infrastruktur telekomunikasi nasional.

Baca Juga: 31 Tahun Melayani Indonesia, Telkomsel Perkuat Peran sebagai Digital Ecosystem Enabler melalui Layanan Bernilai dan Pengalaman Makin Relevan

“Transformasi ini penting untuk memperkuat fokus bisnis dan memastikan Telkom Group bergerak lebih agile dalam menjawab kebutuhan ekosistem digital nasional,” ujar Dony dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (26/5/20226).

Langkah streamlining tersebut menjadi salah satu restrukturisasi terbesar yang dilakukan Telkom dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan laporan tahunan perusahaan, Telkom sebelumnya memiliki puluhan entitas yang tersebar di berbagai lini bisnis mulai dari telekomunikasi, infrastruktur, data center, menara telekomunikasi, layanan digital, hingga investasi strategis.

Melalui penyederhanaan struktur, perusahaan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat pengambilan keputusan bisnis, sekaligus memperkuat profitabilitas grup usaha.

Dalam beberapa tahun terakhir, emiten telekomunikasi pelat merah itu juga tengah menghadapi tekanan kompetisi industri data dan digital yang semakin agresif, termasuk kebutuhan belanja modal besar untuk pengembangan jaringan dan pusat data.

Selain streamlining perusahaan, Telkom bersama BP BUMN dan Danantara juga mempercepat sejumlah proyek prioritas strategis.

Beberapa di antaranya mencakup konsolidasi FiberCo BUMN, pengembangan bisnis Data Center, TowerCo, dan InfraCo, serta penataan lisensi usaha Telkom Group.

Konsolidasi tersebut dinilai penting mengingat kebutuhan infrastruktur digital nasional terus meningkat.

Data Kementerian Komunikasi dan Digital menunjukkan trafik data internet Indonesia terus tumbuh dua digit dalam beberapa tahun terakhir, didorong peningkatan konsumsi layanan digital, cloud, kecerdasan buatan (AI), hingga pusat data nasional.

Baca Juga: Buyback hingga Restrukturisasi Saham Negara Masuk Agenda, Telkom Gelar RUPST pada 8 Juni

Di sisi lain, pasar data center Indonesia juga tengah berkembang pesat. Berdasarkan berbagai laporan industri, Indonesia diproyeksikan menjadi salah satu pasar data center terbesar di Asia Tenggara seiring pertumbuhan ekonomi digital nasional yang diperkirakan menembus lebih dari US$130 miliar dalam beberapa tahun mendatang.

Transformasi Telkom juga sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperkuat efisiensi dan tata kelola BUMN. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah mendorong konsolidasi bisnis BUMN untuk mengurangi tumpang tindih usaha dan meningkatkan daya saing global perusahaan negara.

Sebelumnya, langkah serupa juga dilakukan di sejumlah sektor lain seperti perbankan syariah melalui merger bank syariah BUMN menjadi Bank Syariah Indonesia, hingga pembentukan holding ultra mikro yang melibatkan Bank Rakyat Indonesia, Pegadaian, dan PNM.

BP BUMN bersama Danantara memastikan proses transformasi Telkom akan terus dikawal hingga target penyederhanaan perusahaan selesai pada 2026.

Pemerintah berharap langkah tersebut dapat memperkuat posisi Telkom sebagai motor penggerak ekosistem digital nasional sekaligus meningkatkan daya saing BUMN Indonesia di tingkat global.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.