PHE Perkuat Ketahanan Energi Lewat Dua Kesepakatan Pasokan Gas

AKURAT.CO PT Pertamina Hulu Energi (PHE) melalui afiliasinya, yakni PT Pertamina EP, kembali memperkuat komitmennya dalam optimalisasi pemanfaatan gas bumi nasional melalui penandatanganan dua Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan PT Pertamina Hulu Rokan dan PT Cikarang Listrindo.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mendukung peningkatan produksi minyak dan gas bumi sekaligus menjamin pasokan energi bagi sektor industri.
Perjanjian pertama dilakukan antara PT Pertamina EP dan PT Pertamina Hulu Rokan untuk pasokan gas bumi yang berasal dari Wilayah Kerja Pertamina EP Zona 4/Aset 2.
Baca Juga: PHE Ungkap Penyebab Produksi Minyak Turun pada Awal 2026
Gas tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan produksi minyak dan gas bumi di wilayah operasi Pertamina Hulu Rokan.
Total jumlah kontrak dalam kerja sama ini mencapai 37.981 BBTU, dengan masa penyaluran mulai Januari 2026 hingga terpenuhinya total kontrak atau paling lambat 31 Desember 2030.
Volume penyaluran direncanakan sebesar 11 BBTUD pada 2026, meningkat menjadi 30 BBTUD pada 2027, serta 21 BBTUD pada periode 2028 hingga 2030.
Corporate Secretary PHE, Hermansyah Y. Nasroen mengatakan, kerja sama ini menjadi bagian dari langkah strategis perusahaan untuk memastikan pemanfaatan gas bumi dapat memberikan nilai tambah bagi penguatan operasional hulu migas nasional.
“Melalui sinergi ini, Kami terus mendorong optimalisasi pemanfaatan gas dari aset produksi untuk mendukung peningkatan lifting migas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi. Kolaborasi antar entitas di lingkungan Pertamina Group menjadi kunci dalam memastikan sumber daya energi dikelola secara maksimal dan berkelanjutan,” kata Hermansyah dikutip dari laman PHE, Selasa (2/6/2026).
Selain itu, PT Pertamina EP juga menandatangani PJBG dengan PT Cikarang Listrindo untuk pasokan gas bagi Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) di kawasan industri Jababeka dan MM2100, Cikarang.
Baca Juga: Produksi Migas PHE Tembus 945 Ribu Boepd per April 2026
Gas yang berasal dari struktur Akasia Bagus tersebut akan disalurkan dengan volume 6,18 MMSCFD untuk mendukung kebutuhan pembangkit listrik di kawasan industri tersebut, sehingga dapat menjamin pasokan energi yang andal bagi sektor manufaktur dan industri.
Melalui dua kerja sama ini, PHE menegaskan komitmennya dalam memaksimalkan pengelolaan sumber daya gas bumi nasional, baik untuk mendukung sektor hulu migas maupun kebutuhan energi industri, sejalan dengan upaya menjaga ketahanan energi nasional.
PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
PHE juga senantiasa berkomitmen Zero Tolerance on Bribery dengan memastikan pencegahan atas fraud dan memastikan perusahaan bersih dari penyuapan. Salah satunya dengan implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah terstandardisasi ISO 37001:2016.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









