Gubernur Sherly Bidik Ekonomi Maluku Utara Tetap Tumbuh Dua Digit hingga 2030

AKURAT.CO Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda menargetkan pertumbuhan ekonomi Maluku Utara tetap berada pada level dua digit hingga 2030.
Sherly menegaskan bahwa ukuran keberhasilan pembangunan tidak hanya dilihat dari tingginya pertumbuhan ekonomi maupun ekspansi kawasan industri, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat lokal.
Menurutnya, industri pengolahan nikel yang berkembang di kawasan industri seperti Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) dan Harita harus mampu menjadi instrumen pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Insentif EV Berbasis Nikel Dinilai Perkuat Hilirisasi dan Industri Baterai
“Pada tahun 2030, IWIP masih ada, Harita masih ada, mungkin kita akan memiliki teknologi yang lebih baik dan lebih maju, mungkin akan ada lebih banyak pabrik, tetapi tujuan utamanya selalu rakyat Maluku Utara,” kata Sherly dalam diskusi bertajuk Responsible Downstreaming at Scale: Lessons from North Maluku, Rabu (3/6/2026).
Lebih lanjut, Sherly menilai pertumbuhan industri harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat setempat.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Maluku Utara mendorong agar tenaga kerja lokal dapat memperoleh manfaat yang lebih besar melalui peningkatan kompetensi dan keterampilan.
Harapannya, masyarakat tidak hanya mengisi pekerjaan dasar, tetapi juga mampu menempati posisi teknis dan manajerial di sektor industri.
“Apakah rakyat Maluku Utara, masyarakat setempat, yang berada di posisi teknik, pengawas, memiliki lebih banyak keterampilan teknologi tinggi? apakah mereka memiliki pendapatan yang lebih banyak, apakah mereka memiliki rumah yang lebih baik? Lebih tepatnya seperti itu,” ujarnya.
Selain peningkatan kualitas sumber daya manusia, Sherly juga menyoroti pentingnya memperluas keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok industri.
Baca Juga: Kurangi Ketergantungan Impor BBM, Subsidi EV Berbasis Nikel Dinilai Jadi Kunci Kedaulatan Energi
Menurut Sherly, keberadaan industri pengolahan nikel harus mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah melalui partisipasi UMKM, sektor jasa, hingga pelaku usaha pendukung lainnya.
“Jadi saya berharap ekonomi akan terus tumbuh dua digit di Maluku Utara, tetapi yang terpenting adalah memastikan bahwa kekayaan yang mereka ambil dari tanah Maluku Utara dapat, kemakmuran masyarakat setempat dapat tumbuh bersama dengan industri itu sendiri,” tutur Sherly.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









