Bantah Rumor Hengkang dari Indonesia, Grab Tegaskan Tetap Berinvestasi

AKURAT.CO Grab Indonesia menegaskan tidak memiliki rencana untuk keluar dari Indonesia di tengah beredarnya rumor mengenai potensi hengkangnya perusahaan teknologi tersebut dari pasar domestik.
Sebaliknya, perusahaan menegaskan Indonesia tetap menjadi salah satu ekosistem terpenting bagi pertumbuhan bisnis Grab di kawasan Asia Tenggara.
CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi menyatakan, Grab akan terus beroperasi dan memperkuat kontribusinya terhadap ekonomi digital nasional sejalan dengan agenda pemerintah.
Baca Juga: Grab Umumkan 105 Mitra Pengemudi Berangkat Umrah Lewat Program BERKAH 2026
"Rumor mengenai rencana keluar dari Indonesia adalah tidak benar. Grab senantiasa menghormati arahan dan kebijakan Pemerintah Indonesia, serta berkomitmen untuk terus berjalan selaras dengan agenda nasional dalam memperkuat ekonomi digital kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan," kata Neneng dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Menurutnya, Indonesia merupakan bagian penting dari ekosistem bisnis Grab. Setelah lebih dari satu dekade beroperasi di Tanah Air, perusahaan berkomitmen melanjutkan investasi dan memperluas perannya dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
"Indonesia merupakan ekosistem penting bagi Grab. Kami telah hadir untuk Indonesia selama lebih dari 10 tahun dan kami berkomitmen untuk terus bertumbuh dan mengambil peran aktif dalam mendukung kehidupan masyarakat Indonesia," ujarnya.
Menariknya, bantahan Grab kali ini tidak hanya menjawab isu hengkang dari Indonesia, tetapi juga menyoroti besarnya kontribusi ekonomi yang telah dibangun perusahaan selama bertahun-tahun.
Berdasarkan data perusahaan, Grab saat ini berkontribusi terhadap sekitar 50% industri ride-hailing dan layanan pengantaran online di Indonesia. Selain itu, perusahaan mengklaim telah membantu menciptakan 4,6 juta peluang kerja melalui digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Tidak hanya itu, Grab juga menggelontorkan berbagai program pemberdayaan bagi mitra pengemudi melalui inisiatif Grab untuk Indonesia dengan nilai mencapai lebih dari Rp100 miliar.
Baca Juga: Grab dan Gojek Kompak Hapus Program Langganan Hemat Demi Kesejahteraan Ojol
Data tersebut menjadi indikator bahwa Indonesia masih menjadi pasar strategis bagi Grab. Dengan jumlah penduduk lebih dari 280 juta jiwa dan penetrasi internet yang terus meningkat, Indonesia merupakan salah satu pasar ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.
Pernyataan resmi Grab muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap kondisi industri ride-hailing nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, sektor transportasi dan pengantaran berbasis aplikasi menghadapi berbagai tantangan mulai dari regulasi tarif, kesejahteraan mitra pengemudi, hingga persaingan bisnis yang semakin ketat.
Indonesia sendiri memiliki sejarah penting dalam perkembangan industri ride-hailing regional. Dalam satu dekade terakhir, layanan transportasi daring berkembang menjadi salah satu pilar ekonomi digital yang mendukung mobilitas masyarakat sekaligus membuka peluang usaha baru bagi jutaan pekerja informal dan pelaku UMKM.
Karena itu, setiap rumor terkait perubahan strategi pemain besar industri berpotensi memicu perhatian luas dari masyarakat, mitra pengemudi, pelaku usaha, hingga investor.
Klarifikasi dari Grab menjadi penting karena menyangkut keberlangsungan ekosistem yang melibatkan jutaan pihak. Selain jutaan mitra pengemudi, platform digital tersebut juga menjadi kanal pemasaran dan distribusi bagi banyak UMKM di berbagai daerah.
Keberadaan platform digital saat ini tidak hanya berfungsi sebagai layanan transportasi, tetapi juga menjadi infrastruktur ekonomi digital yang menghubungkan konsumen, pedagang, penyedia jasa, hingga sektor logistik.
Dengan kontribusi yang diklaim mencapai jutaan peluang kerja, kepastian operasional perusahaan dinilai dapat menjaga stabilitas aktivitas ekonomi yang telah terbentuk selama bertahun-tahun.
Grab menegaskan akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, mitra pengemudi, pelaku UMKM, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
"Grab akan terus berkolaborasi dengan pemerintah, mitra, dan seluruh pemangku kepentingan, karena bagi Grab, Indonesia bukan sekadar ekosistem, melainkan rumah tempat kami tumbuh bersama masyarakat," ujar Neneng.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026










