Akurat Logo

Harga Minyak Dunia Anjlok 4 Persen, Pasar Sambut Damai AS-Iran

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 15 Juni 2026, 11:45 WIB
Harga Minyak Dunia Anjlok 4 Persen, Pasar Sambut Damai AS-Iran
Harga minyak Brent dan WTI turun lebih dari 4 persen setelah muncul sinyal kesepakatan awal antara AS dan Iran yang membuka peluang pemulihan pasokan energi global.

AKURAT.CO Harga minyak dunia anjlok ke level terendah sejak Maret setelah muncul sinyal deeskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Menkutip dari Reuters, Senin (15/6/2026) harga minyak mentah Brent turun USD3,58 atau 4,1% menjadi USD83,75 per barel.

Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah lebih dalam sebesar USD4,01 atau 4,72% ke level USD80,87 per barel. Sebelumnya, kedua kontrak juga telah terkoreksi lebih dari 3% pada perdagangan Jumat lalu.

Baca Juga: Harga Minyak Melonjak usai Iran Tutup Selat Hormuz, Brent Tembus USD95

Penurunan harga terjadi setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan pejabat tinggi Iran mengindikasikan tercapainya kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik yang selama beberapa bulan terakhir mengganggu pasokan energi global.

Sementara itu, kantor berita semi-resmi Iran, Mehr, melaporkan bahwa rancangan kesepakatan mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu 30 hari dengan pengaturan yang melibatkan Iran.

Kepala Analis Pasar KCM Trade, Tim Waterer, mengatakan pasar saat ini mulai menghapus premi risiko geopolitik yang sebelumnya mendorong harga minyak melonjak selama konflik berlangsung.

“Premi risiko geopolitik yang telah dimasukkan ke dalam harga minyak mentah kini sedang dikurangi secara agresif karena para pedagang memperhitungkan prospek pemulihan aliran minyak,” kata Waterer.

Selama konflik berlangsung, jutaan barel pasokan minyak dan gas global terganggu akibat penutupan Selat Hormuz, yang selama ini menjadi jalur distribusi sekitar 20% pasokan minyak dan gas alam cair dunia.

Meski demikian, pasar masih mencermati seberapa cepat negara-negara produsen di Timur Tengah mampu memulihkan produksi dan ekspor energi setelah dampak perang. Investor juga menunggu kepastian peningkatan aktivitas pelayaran di kawasan tersebut.

Meskipun harga minyak terkoreksi tajam, analis pasar IG Tony Sycamore memperingatkan bahwa ketidakpastian masih cukup tinggi, terutama terkait negosiasi lanjutan mengenai isu nuklir Iran.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Anjlok Hampir 5 Persen, Ini Penyebabnya

“Mengingat ketidakpastian seputar putaran negosiasi berikutnya selama 60 hari ke depan, khususnya terkait aspek nuklir, sulit untuk melihat harga minyak mentah akan turun terlalu jauh dari sini dalam waktu dekat,” ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.