Akurat
Pemprov Sumsel

Maskapai Lufthansa Siapkan Skenario Darurat, Harga Avtur Jadi Sorotan

Andi Syafriadi | 6 April 2026, 10:20 WIB
Maskapai Lufthansa Siapkan Skenario Darurat, Harga Avtur Jadi Sorotan
Ilustrasi Maskapai Penerbangan Lufthansa

AKURAT.CO Krisis pasokan bahan bakar penerbangan di Eropa mulai memaksa maskapai besar menyiapkan skenario mitigasi operasional.

Deutsche Lufthansa AG, grup maskapai terbesar di Eropa, disebut telah menyiapkan rencana darurat, termasuk kemungkinan menghentikan operasional sebagian armada jika permintaan melemah dan harga avtur terus melonjak akibat konflik Timur Tengah.

Langkah antisipatif ini menjadi penting karena tekanan utama bukan hanya keterbatasan pasokan fisik, tetapi juga lonjakan harga energi global yang dapat menggerus margin maskapai.

Baca Juga: Harga Avtur Naik 70 Persen, INACA Dorong Kenaikan TBA Penerbangan

Meski demikian, Direktur Eksekutif International Energy Agency (IEA), Fatih Birol menyatakan hingga saat ini belum ada kekurangan fisik jet fuel atau diesel di Eropa.

Namun, ia mengingatkan situasi bisa berubah dalam beberapa pekan ke depan jika gangguan arus energi dari Timur Tengah terus berlanjut.

Tentunya hal tersebut menjadi sorotan karena pasar energi biasanya merespons lebih cepat terhadap risiko geopolitik daripada kondisi pasokan aktual.

Secara historis, konflik di kawasan Teluk Persia hampir selalu memicu kenaikan harga minyak Brent dan avtur.

Baca Juga: Jelang Lebaran 2026, KAI Genjot Distribusi Avtur ke Yogyakarta International Airport

Bagi konsumen, dampaknya berpotensi berupa kenaikan tarif tiket, pengurangan frekuensi penerbangan, serta risiko delay pada rute-rute intra-Eropa.

Dalam jangka pendek, fokus pasar tertuju pada stabilitas pasokan melalui Selat Hormuz dan keputusan maskapai besar lain di Eropa dalam mengelola biaya operasional.

Jika konflik berlanjut, tekanan dapat meluas dari sektor penerbangan ke logistik dan pariwisata Eropa pada kuartal kedua 2026.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.