Erwin Aksa Sebut Pemadaman Bergilir Rugikan Pelaku Usaha

AKURAT.CO Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah di Pulau Jawa dinilai berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi dunia usaha.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengingatkan bahwa gangguan pasokan listrik tidak hanya menghambat aktivitas produksi, tetapi juga meningkatkan biaya operasional dan mengganggu rantai pasok berbagai sektor industri.
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Komunikasi, dan Pemberdayaan Daerah Kadin Indonesia, Erwin Aksa mengatakan, kepastian pasokan listrik merupakan salah satu faktor utama dalam menjaga kelancaran operasional dan produktivitas pelaku usaha.
Baca Juga: Bos APINDO Sebut Pemadaman Listrik Berulang Ancam Produktivitas Industri
“Kadin memandang pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah di Jawa tentu memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi dan dunia usaha, terlebih apabila terjadi secara mendadak tanpa pemberitahuan yang memadai,” kata Erwin ke Akurat.co, Senin (22/6/2026).
Erwin menjelaskan sektor manufaktur, industri makanan dan minuman, tekstil, logistik, pergudangan berpendingin (cold chain), pusat data, hingga sektor perdagangan dan jasa menjadi kelompok yang paling rentan terdampak.
Pemadaman yang berlangsung selama beberapa jam dapat menyebabkan terhentinya proses produksi, keterlambatan distribusi barang, meningkatnya biaya operasional akibat penggunaan genset, hingga risiko kerusakan bahan baku maupun produk yang membutuhkan pasokan listrik secara terus-menerus.
Bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dampak yang ditimbulkan juga tidak kalah besar. Sebagian besar UMKM tidak memiliki sumber listrik cadangan sehingga aktivitas usaha terpaksa berhenti selama pemadaman berlangsung.
“Jika pemadaman terjadi berulang dalam jangka waktu panjang, hal ini berpotensi menurunkan produktivitas, mengganggu rantai pasok, serta memengaruhi kepercayaan investor terhadap keandalan infrastruktur pendukung usaha,” ujarnya.
Kadin pun mendorong PT PLN (Persero) segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyebab gangguan serta mengambil langkah perbaikan yang cepat dan terukur.
Selain memperkuat keandalan pembangkit dan jaringan transmisi, Kadin menilai aspek komunikasi kepada pelaku usaha juga perlu ditingkatkan.
“Pelaku usaha membutuhkan informasi yang jelas dan lebih dini apabila terdapat potensi gangguan atau pemeliharaan sistem sehingga dapat menyiapkan langkah mitigasi operasional,” tutur Erwin.
Terkait potensi kerugian ekonomi, Erwin menilai dampaknya cukup signifikan, terutama bagi industri yang beroperasi secara kontinu.
Namun besaran kerugian sangat bergantung pada durasi pemadaman serta sektor usaha yang terdampak.
“Yang jelas, setiap jam penghentian produksi menimbulkan kehilangan output, tambahan biaya operasional, dan gangguan terhadap jadwal pengiriman barang yang pada akhirnya menekan efisiensi dan daya saing usaha,” tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Link Nonton Piala Dunia 2026 Resmi dan Legal, Kualitas HD Bukan di Score808
- 2Di Balik Penolakan Keras Singapura ke Ekspor Satu Pintu DSI: Risiko Kehilangan Ratusan Miliar Dolar Arus Ekspor dan Devisa
- 3Prediksi Skor Uzbekistan vs Kolombia di Piala Dunia 2026: Debutan Asia Hadapi Ujian Berat dari Los Cafeteros
- 4Prediksi Skor Swiss vs Bosnia dan Herzegovina: Nati Diunggulkan, Tapi Jangan Remehkan Ancaman Tim Balkan
- 5Prediksi Skor Ghana vs Panama di Piala Dunia 2026: Duel Seimbang, Akankah Black Stars Bangkit?
- 6Prediksi Skor Belgia vs Mesir Lengkap dengan Statistik Head to Head dan Susunan Pemain
- 7Prediksi Skor Turki vs Paraguay: Saatnya Crescent-Stars Bangkit atau La Albirroja Ciptakan Kejutan?
- 8Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Das Team Diunggulkan, Mampukah Debutan Asia Membuat Kejutan?
- 9KPK Perpanjang Penahanan Silmy Karim, Kejar Aliran Uang dan Aset Hasil Pemerasan WNA
- 10Prabowo Jalin Kerja Sama dengan Imperial College London, Bangun 10 Universitas Kedokteran dan Sains di Indonesia







