Akurat Logo

Kementerian ESDM Siapkan Relaksasi Terukur Soal RKAB Batu Bara 600 Juta Ton, Ini Penjelasan Dirjen Minerba

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 22 Juni 2026, 19:31 WIB
Kementerian ESDM Siapkan Relaksasi Terukur Soal RKAB Batu Bara 600 Juta Ton, Ini Penjelasan Dirjen Minerba
Ilustrasi baru bara

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana merelaksasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) atau kouta produksi Minerba secara terukur.



Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengatakan, pemerintah terus memantau perkembangan geopolitik dunia, termasuk ketegangan di Timur Tengah yang berdampak terhadap pergerakan harga komoditas energi dan mineral di pasar internasional.



“Terkait dengan RKAB yang lain, komoditas yang lain termasuk batu bara. Kita memperhatikan betul kecenderungan daripada geopolitik ketegangan di Timur Tengah dengan fluktuasi harga global,” kata Bahlil di komplek Parlemen Senayan, Senin (8/6/2026).

Baca Juga: Kementerian ESDM Ungkap RKAB Batu Bara Tetap, Relaksasi Terukur Disiapkan

Bahlil menjelaskan, pemerintah pada prinsipnya menginginkan momentum kenaikan harga komoditas dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi nasional.



Dengan demikian, penerimaan negara, keuntungan perusahaan, dan dampak ekonomi bagi masyarakat dapat meningkat secara bersamaan.



“Maka idealnya pemerintah atau pengusaha atau rakyat pun berkepentingan untuk harga bagus produksi kita juga harus banyak. Supaya pengusahanya untung, negara untung, rakyatnya juga bisa mendapat dampak positif,” ujarnya.



Karena itu, pemerintah akan menerapkan kebijakan relaksasi RKAB yang fleksibel namun tetap terukur. Jika harga komoditas sedang tinggi, pemerintah akan membuka ruang bagi peningkatan produksi.



Sebaliknya, ketika harga mulai melemah, pemerintah akan menyesuaikan kebijakan produksi agar keseimbangan pasokan dan permintaan tetap terjaga.

“Atas dasar itu kita selalu mengikuti perkembangan dengan kita akan melakukan relaksasi yang terukur. Artinya kalau harganya bagus kita akan meningkatkan produksi. Kalau harganya mulai mentok kita juga akan membuat kebijakan agar supply and demand itu bisa kita jaga,” tutur Bahlil.

Menanggapi rencana relaksasi ini, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba), Tri Winarno membeberkan bahwa volume RKAB batu bara yang telah disetujui sampai dengan pertengahan tahun telah mendekati angka 600 juta ton.

"600 something-lah. Iya, lebih sedikit (600 juta ton)," kata Tri saat ditemui di Kementerian ESDM, Senin (22/6/2026).

Meski demikian, Tri belum memastikan target produksi batu bara nasional hingga akhir tahun. Dirinya menyebut, pemerintah masih akan melihat perkembangan realisasi Domestic Market Obligation (DMO) atau kewajiban pasok batu bara untuk kebutuhan dalam negeri.

“Nanti lihat, lihat, lihat DMOnya seperti apa. Karena yang diminta PLN kan yang medium ya,” ucap Tri.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.