Mitigas El Nino 2026, Kementan Kebut Program Pompanisasi

AKURAT.CO Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat pelaksanaan program pompanisasi sebagai langkah mitigasi dini menghadapi potensi fenomena El Nino 2026.
Pemerintah memilih melakukan intervensi sebelum kekeringan meluas agar musim tanam petani tetap berlangsung dan produksi pangan nasional tidak terganggu.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan, pemerintah tidak ingin mengulang dampak kekeringan yang pernah terjadi pada periode El Nino sebelumnya.
Baca Juga: Pompanisasi Jadi Andalan, Panen Petani Bisa 3 Kali Setahun
Karena itu, percepatan distribusi pompa air, rehabilitasi jaringan irigasi, hingga optimalisasi sumber air dilakukan lebih awal.
"Kita harus bergerak sebelum kekeringan meluas. Jangan sampai petani kehilangan musim tanam," kata Amran dalam keterangannya, Sabtu (4/7/2026).
Amran menjelaskan langkah tersebut menjadi strategi utama pemerintah setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi fenomena El Nino pada 2026 berada pada kategori lemah hingga moderat.
Meski intensitasnya diperkirakan tidak sekuat El Nino ekstrem, pemerintah tetap memilih mengedepankan mitigasi agar dampaknya terhadap sektor pertanian dapat ditekan.
"Karena itu kami mempercepat berbagai langkah mitigasi, salah satunya melalui gerakan pompanisasi agar air tetap tersedia dan produksi pangan tetap aman," ujar Amran.
Selain pompanisasi, Kementan juga mempercepat rehabilitasi jaringan irigasi, optimalisasi lahan pertanian, serta pemanfaatan teknologi budidaya untuk menjaga produktivitas di tengah potensi penurunan curah hujan.
"Kita tidak boleh menunggu krisis terjadi. Prinsip kita adalah mitigasi dari hulu. Air harus tersedia, irigasi harus berfungsi, dan petani harus tetap bisa menanam. Dengan cara itu, produksi pangan nasional tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan iklim," kata Amran.
Langkah antisipatif tersebut dinilai penting karena pemerintah tengah mengejar target swasembada pangan. Ketersediaan air menjadi faktor utama dalam menjaga kesinambungan musim tanam, terutama di wilayah yang bergantung pada irigasi dan rentan mengalami kekeringan saat curah hujan menurun.
Data pemerintah menunjukkan cadangan beras pemerintah (CBP) saat ini mencapai sekitar 5,1 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Sementara itu, Food and Agriculture Organization memproyeksikan Indonesia menjadi negara dengan peningkatan produksi beras terbesar di dunia pada periode 2025–2026.
Data tersebut menjadi indikator bahwa upaya peningkatan produksi yang dilakukan pemerintah mulai menunjukkan hasil.
Sebagai informasi, fenomena El Nino beberapa kali menekan produksi pertanian nasional akibat berkurangnya curah hujan dan meningkatnya risiko kekeringan di berbagai sentra pangan.
Pengalaman tersebut menjadi dasar Kementan mempercepat langkah mitigasi pada tahun ini agar gangguan terhadap produksi tidak kembali terulang.
Pompanisasi menjadi salah satu instrumen adaptasi perubahan iklim yang memungkinkan sumber air tetap dimanfaatkan ketika debit irigasi menurun.
Dengan dukungan pompa air, lahan pertanian yang berpotensi mengalami kekeringan tetap dapat diairi sehingga petani tidak kehilangan kesempatan menanam pada musim berjalan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








