Akurat Logo

Diversifikasi Bisnis Berbuah, Pendapatan Non-Listrik PLN NP Tembus Rp1,1 Triliun

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 7 Juli 2026, 14:16 WIB
Diversifikasi Bisnis Berbuah, Pendapatan Non-Listrik PLN NP Tembus Rp1,1 Triliun
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah (AKURAT.CO/Lukman Nur Hakim)

AKURAT.CO PT PLN Nusantara Power (PLN NP) mulai menuai hasil dari strategi diversifikasi bisnis yang dijalankan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2025, perusahaan membukukan pendapatan di luar penjualan tenaga listrik (Beyond kWh) sebesar Rp1,1 triliun, atau mencapai 160% dari target Rp688 miliar.

Kontribusi pendapatan non-kelistrikan tersebut menjadi salah satu penopang kinerja perusahaan di tengah upaya memperluas sumber pendapatan di luar bisnis inti pembangkitan listrik.

Baca Juga: PLN NP Dorong Pembangkit Termal Lebih Fleksibel dan Andal

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, mengatakan capaian tersebut mencerminkan transformasi bisnis yang tengah dilakukan perusahaan, tidak hanya sebagai produsen listrik, tetapi juga sebagai penyedia layanan energi yang memiliki nilai tambah.

"PLN NP tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi energi listrik, tetapi juga memastikan bahwa listrik yang dihasilkan berasal dari proses yang semakin efisien, lebih bersih, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Capaian operasional ini menjadi bukti nyata transformasi PLN NP menuju perusahaan energi kelas dunia yang adaptif, unggul, dan berkelanjutan," ujar Ruly di Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Pendapatan Beyond kWh tersebut berasal dari berbagai lini usaha, termasuk pengerjaan proyek energi di luar negeri seperti Malaysia, Bangladesh, dan Timor Leste. Langkah ekspansi tersebut menunjukkan bahwa sumber pertumbuhan PLN NP tidak lagi hanya bergantung pada penjualan listrik di dalam negeri.

Di sisi operasional, PLN NP memproduksi listrik sebesar 66.919 gigawatt hour (GWh) sepanjang 2025. Perusahaan juga mencatat efisiensi melalui penurunan Biaya Pokok Produksi (BPP) sebesar 11,4 persen, yang menjadi salah satu indikator peningkatan produktivitas pembangkit.

Transformasi perusahaan juga dilakukan melalui program Green and Lean, yang berfokus pada efisiensi operasional sekaligus pengurangan emisi karbon. Hingga akhir 2025, realisasi penurunan emisi mencapai 1,46%, atau setara 110% dari target tahunan.

Selain meningkatkan efisiensi, PLN NP terus memperkuat kapasitas pembangkit. Sepanjang 2025, perusahaan mengembangkan pembangkit listrik baru dengan total kapasitas 696,9 megawatt (MW) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga: PLN NP Genjot Cofiring, Produksi Energi Hijau Capai 245 GWh

Penambahan kapasitas tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga keandalan pasokan listrik nasional sekaligus mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan energi di masa mendatang.

Strategi diversifikasi pendapatan, ekspansi pasar internasional, efisiensi operasional, serta pengembangan pembangkit menunjukkan perubahan arah bisnis PLN Nusantara Power yang tidak lagi hanya bertumpu pada penjualan listrik, tetapi juga pada pengembangan berbagai layanan dan proyek energi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.