Kementerian ESDM Pastikan RKAB Nikel Tak Naik Signifikan

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan tidak ada penambahan signifikan untuk kuota produksi nikel dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno mengatakan, penyesuaian produksi hanya diberikan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku smelter yang masih mengalami kekurangan pasokan.
"Ini saya mau jelaskan nikel tidak ada kenaikan kecuali hanya mengejar yang untuk smelter yang yang masih kekurangan supply. Itu aja,” kata Tri di Kementerian ESDM, dikutip Minggu (12/7/2026).
Baca Juga: CERI Soroti Dugaan Kelalaian Kementerian ESDM di Balik Blackout PLN
Tri menambahkan, penyesuaian RKAB tersebut hanya berlaku untuk komoditas nikel. Sementara itu, untuk komoditas batu bara, penambahan produksi hanya diperuntukkan guna memenuhi kebutuhan PT PLN (Persero).
"Untuk nikel. Untuk yang batu bara hanya diperuntukkan untuk yang PLN. Itu aja," tambahnya.
Meski demikian, Tri belum bersedia mengungkapkan besaran tambahan volume RKAB nikel yang akan diberikan.
Saat ini pemerintah masih menghitung total kebutuhan bahan baku smelter, kemudian membandingkannya dengan volume RKAB yang telah disetujui sebelumnya.
Menurut Tri, pemerintah juga masih melakukan finalisasi perhitungan yang ditargetkan rampung pada akhir Juli. Langkah tersebut dilakukan agar tambahan produksi benar-benar sesuai kebutuhan industri hilir tanpa menciptakan kelebihan pasokan di pasar.
"Kalau angkanya enggak ini tapi belum clear apa maksudnya hanya untuk mengejar yang itu tapi jangan sampai kita tahan pokoknya jangan sampai ada over supply,” tutur Tri.
Diberitakan sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan kuota produksi nikel dalam rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) 2026.
Adapun, kuota produksi nikel tahun 2026 berada pada kisaran 260 juta hingga 270 juta ton. Angka ini lebih rendah dibandingkan kuota produksi yang disetujui dalam RKAB 2025, yakni 379 juta ton.
Baca Juga: Dugaan Kasus Batu Bara PLTU, Bahlil: Kementerian ESDM Siap Beberkan Data
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan bahwa kuota produksi nikel tahun ini berada dalam rentang tersebut.
“Nikel sudah kita umumkan. 260-270 (juta ton) lah. In between rangenya itu,” kata Tri di kantor Ditjen Minerba dikutip, Rabu (11/2/2026).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









