Akurat Logo

AMNT Proyeksikan Produksi Emas Capai 16 Ton pada 2026

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 15 Juli 2026, 19:00 WIB
AMNT Proyeksikan Produksi Emas Capai 16 Ton pada 2026
Indonesia dan Maroko menjajaki Preferential Trade Agreement (PTA) untuk memangkas tarif, memperluas ekspor manufaktur, dan memperkuat pasokan bahan baku industri.

AKURAT.CO PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) memproyeksikan produksi emas pada tahun 2026 berada diangka 16 juta ton.

Presiden Direktur AMNT Rachmat Makkasau mengatakan, peningkatan produksi tersebut dikarenakan fase pengupasan batuan penutup (stripping) mulai berkurang.

“Rencana produksi pada sampai akhir tahun 2026, kita berencana untuk produksi sekitar 162 ribu ton katoda tembaga, kemudian sekitar 16 ton emas,” kata Rahmat dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XII, dikutip Rabu (15/7/2026).

Baca Juga: Kelakar Jahja Setiaatmadja Soal Emas Batangan 74 Kg di Rumah Febrie Adriansyah

Rahmat menuturkan pihaknya memproyeksikan produksi katoda tembaga mencapai 162.000 ton pada akhir 2026. Adapun produksi perak diperkirakan mencapai 45 ton, selenium 91 ton, tellurium 1,96 ton, serta asam sulfat sekitar 572.000 ton.

“kemudian ada juga selenium sekitar 91 ton, dan kami akan mulai memproduksi tellurium juga sekitar 1,96 ton, dan produksi asam sulfat diperkirakan mencapai sekitar 572 ribu ton di tahun 2026,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rahmat menyampaikan, proyeksi positif ini bakal terus menanjak dalam tiga tahun ke depan.

Akselerasi tersebut didorong oleh kesiapan operasional penambangan yang akan memasuki fase eksploitasi bijih (ore) secara lebih masif mulai tahun depan.

“Ini dikarenakan mulai tahun depan kami akan lebih banyak memproses, mengambil ore pada proses penambangan,” ucap Rahmat.

Rachmat menambahkan, seluruh produksi logam pada tahap awal akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik.

Baca Juga: Harga Emas Pegadaian Terbaru 15 Juli 2026: Cek Penurunan Antam, UBS, dan Galeri24

“Namun kita lihat dalam perkembangan pada saat semua produksi sudah maksimal, kemungkinan kita akan perlu ekspor, terutama katoda tembaga,” tambahnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.