Akurat Logo

Pertamina Drilling Rampungkan Uji Injeksi Air Perdana untuk Dukung Proyek CCS

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 20 Juli 2026, 09:06 WIB
Pertamina Drilling Rampungkan Uji Injeksi Air Perdana untuk Dukung Proyek CCS
Pertamina Drilling sukses uji injeksi air perdana di Sumur JTB-156

AKURAT.CO PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil melaksanakan Water Injectivity Test (WIT) perdana di Sumur JTB-156, Lapangan Jatibarang, Pertamina EP Regional 2 Zona 7.

WIT ini merupakan hasil kolaborasi PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Hulu Energi (PHE), PT Pertamina EP Regional 2 Zona 7 dan Pertamina Drilling dalam memperkuat kapabilitas kesiapan implementasi Carbon Capture and Storage (CCS) di Pertamina Group.

VP Business Development Pertamina Drilling, Dedi Damhuri menyampaikan bahwa Pertamina Drilling terus memperkuat dukungan pengembangan CCS/CCUS melalui ICESS (Integrated CCS/CCUS, Engineering, Supervisory & Services). 

Baca Juga: PHE, ExxonMobil dan SK Group Jajaki Proyek CCS Lintas Negara Indonesia-Korsel

“Melalui ICESS, Pertamina Drilling menghadirkan one-stop-service yang menyediakan solusi terintegrasi untuk mendukung pengembangan CCS/CCUS di Pertamina Group,” kata Dedi dalam keterangannya, Senin (20/7/2026).

WIT ini juga menjadi bagian Waterflood Optimization (WFO) menggunakan air hasil pengolahan IPAL Balongan sekaligus mendukung persiapan implementasi CCS di Pertamina Group.

Data yang diperoleh akan menjadi dasar pengembangan WFO dan referensi evaluasi kemampuan reservoir menerima injeksi CO₂ pada proyek CCS di masa mendatang.

Di sisi lain, Principle Specialist Upstream Innovation dan Low Carbon Pertamina (Persero), Dewi Mersitarini menjelaskan, pekerjaan WIT menargetkan pemompaan hingga 600 barel air dengan tekanan operasi di bawah fracture pressure dan selesai dalam satu hingga dua hari. 

"Kolaborasi Pertamina Group pada kegiatan ini menjadi kunci dalam menyiapkan implementasi CCS dan CCUS dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan kerja,” ujarnya.

Dewi menambahkan, hasil WIT tersebut nantinya akan dimanfaatkan sebagai data analog untuk memperkuat evaluasi dan simulasi kemampuan reservoir dalam menerima serta menyimpan CO₂ untuk tujuan penyimpanan permanen maupun upaya peningkatan produksi.

“Dengan demikian, tingkat keyakinan terhadap kemampuan injeksi dan penyimpanan reservoir akan meningkat sekaligus menurunkan risiko kegagalan operasi yang berdampak pada investasi,” tambah Dewi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.