KAI Commuter Blokir Akses 40 Pelaku Pelecehan Seksual, 17 Kasus Berlanjut ke Polisi

AKURAT.CO KAI Commuter mencatat penanganan terhadap 40 kasus pelecehan seksual yang terjadi di dalam Commuter Line maupun di area stasiun sepanjang periode Semester I-2026.
Dari total penanganan tersebut, KAI Commuter mengambil tindakan disiplin dan pencegahan tegas dengan memasukkan seluruh 40 pelaku tersebut ke dalam daftar hitam (blacklist) akses layanan Commuter Line.
Langkah ini dilakukan guna memastikan para pelaku tidak lagi dapat menggunakan fasilitas kereta Commuter Line di seluruh wilayah operasional melalui integrasi sistem pengawasan.
Baca Juga: PIP Juli 2026 Sudah Cair atau Belum? Begini Cara Cek Status Penerima Pakai NISN
VP Corporate secretary KAI Commuter, Karina Amanda menyampaikan bahwa selain sanksi pemblokiran akses, sebanyak 17 kasus di antaranya telah resmi dilaporkan dan dilimpahkan ke pihak kepolisian untuk diproses secara hukum.
Sementara itu, untuk kasus sisanya, KAI Commuter tetap menghormati keputusan serta privasi para korban yang memilih tidak melanjutkan ke ranah hukum.
“Kendati demikian, KAI Commuter terus mendorong dan mengimbau para korban untuk berani melanjutkan proses hukum guna memberikan efek jera yang maksimal bagi pelaku,” kata Karina, Senin (27/7/2026).
Lebih lanjut Karina menambahkan bahwa KAI Commuter berkomitmen untuk siap memberikan pendampingan penuh kepada korban hingga pengawalan proses hukum di kepolisian.
“Kami juga ingin meyakinkan seluruh pengguna bahwa korban tidak sendirian, kami berkomitmen untuk mendampingi korban hingga tuntas pada tindak lanjut proses hukumnya,” Karina menambahkan.
Sebagai langkah preventif yang berkelanjutan, KAI Commuter juga terus memperketat sistem pengawasan melalui optimalisasi kamera CCTV analytic di berbagai titik stasiun serta peningkatan patroli petugas keamanan.
Selain itu, kampanye dan sosialisasi anti kekerasan seksual di lingkungan Commuter Line terus rutin dilakukan.
Kampanye ini berkolaborasi dengan stakeholders di antaranya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Organisasi Perempuan serta influencer dan komunitas di seluruh wilayah operasi KAI Commuter.
Baca Juga: BGN Larang SPPG Masak MBG Pakai LPG 3 Kg hingga Beras SPHP: Beli Telur Harus Sesuai HET
“KAI Commuter menjamin kerahasiaan identitas, perlindungan privasi, serta siap mendampingi setiap langkah penegakan hukum demi terciptanya ekosistem transportasi publik yang aman, adil, dan bebas dari kekerasan seksual,” tutur Karina.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









