Mandatori B50 Dongkrak Kebutuhan Metanol, BEC Incar Pasar Dalam Negeri

AKURAT.CO PT Bumi Etam Chemical (BEC) menargetkan pasar domestik sebagai tujuan utama penyerapan metanol yang akan dihasilkan dari proyek gasifikasi batu bara di Kutai Timur, Kalimantan Timur.
Presiden Direktur BEC, Rio Supin mengatakan, kebutuhan metanol di dalam negeri diperkirakan akan terus meningkat seiring implementasi mandatori biodiesel yang naik dari B40 menuju B50.
"Jadi kayak yang tadi, domestik itu sekarang kita kan impor 1,3. Jadi semakin tinggi B50 itu, kan itu masih B40 kan, dengan B50 pasti nanti kebutuhan metanol akan naik lagi," kata Rio selepas acara penandatanganan FEED dan EPCC di Jakarta, Rabu (29/7/2026).
Baca Juga: KAI Angkut 32,5 Juta Ton Barang pada Semester I-2026, Didominasi Batu Bara
Rio menyampaikan, sejak awal proyek gasifikasi batu bara menjadi metanol memang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri terlebih dahulu sebelum mempertimbangkan ekspor.
Karena itu, calon pembeli utama produk metanol BEC berasal dari industri yang selama ini menggunakan metanol sebagai bahan baku, terutama produsen Fatty Acid Methyl Ester (FAME) untuk kebutuhan biodiesel.
"Jadi target utama kita memang dari awal adalah mensubstitusi impor. Jadi siapa sekarang pengguna metanol dalam negeri, pasti akan butuh metanol ini. Jadi target utamanya adalah para domestik market. Jadi seperti itu," ujarnya.
Rio mengungkapkan, BEC juga telah menjalin komunikasi dengan sejumlah calon pembeli. Saat ini, perusahaan telah menandatangani beberapa letter of intent (LoI) sebagai bentuk minat awal dari calon offtaker.
Meski demikian, ia menegaskan perusahaan belum menandatangani perjanjian jual beli jangka panjang (offtake agreement) karena proyek masih berada pada tahap awal pengembangan.
"Jadi LOI dulu yang beberapa perusahaan yang bilang dia berminat akan off-take. Tapi mereka jelas menunggu dulu perkembangan proyek ini," tutur Rio.
Lebih lanjut, Rio menambahkan, kesepakatan offtake baru akan dilakukan setelah proyek mencapai tahapan pengembangan yang lebih matang.
Setelah kebutuhan pasar domestik terpenuhi, barulah perusahaan akan mengarahkan sisa produksi untuk pasar ekspor.
"Tapi targetnya seperti tadi, kita targetnya adalah domestik market, sisanya baru kita ekspor,” pungkasnya.
Baca Juga: Perhapi: Biodiesel B50 Berpotensi Naikkan Biaya Operasional Tambang
Diberitakan sebelumnya, PT Bumi Etam Chemical (BEC) bersama PT Istana Karang Laut (IKL) dan China National Chemical Engineering Co., Ltd. (CNCEC) menandatangani kontrak Front-End Engineering Design (FEED) dan Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC) Framework Agreement untuk pengembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) Gasifikasi Batu Bara (Coal to Methanol) di Kutai Timur, Kalimantan Timur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









