Perusahaan Eropa Dikabarkan Masuk Tanamalia, Ini Kata Vale

AKURAT.CO PT Vale Indonesia Tbk (INCO) buka suara perihal potensi keterlibatan perusahaan Eropa dalam pengembangan Proyek Tanamalia di Blok Sorowako.
Presiden Direktur Vale Indonesia, Bernardus Irmanto mengatakan, dirinya belum bisa memberikan banyak informasi lantaran pembahasan terkait hal tersebut masih berada dalam kerangka kerahasiaan.
“Nanti gini, kalau itu memang sudah formal, pasti kan di-announce kan. Ini kan ada confidentiality segala macem kan, jadi saya enggak bisa ngomong banyak sih,” kata Bernardus saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026).
Baca Juga: Kuota Nikel Dilonggarkan, ANTM dan INCO Berpeluang Tarik Investor
Bernadus pun memastikan pengembangan tambang nikel Tanamalia di Sulawesi Selatan masih berjalan sesuai rencana. Saat ini, perseroan memprioritaskan kegiatan eksplorasi sebelum masuk ke tahap investasi pengembangan tambang dan hilirisasi.
Dirinya, tahapan eksplorasi menjadi fokus perseroan untuk memastikan potensi sumber daya di Tanamalia dapat menjadi dasar pengembangan tambang ke depan.
“Masih, kita kan pertama kan eksplorasi dulu ya. Jadi kita masuk eksplorasi, menyelesaikan FEL 2, FEL 3. Jadi kita fokus dulu untuk bisa mengeksplorasi,” ujarnya.
Di sisi lain, pengembangan Tanamalia diketahui berada disekitar dengan kawasan hutan lindung. Bernardus menegaskan Vale akan menjalankan pengembangan tambang dengan tetap mematuhi ketentuan hukum yang berlaku.
“Intinya kita harus tetap patuh hukum, kemudian kita menyadari ada masyarakat di sana. Sebisa mungkin kita upayakan penyelesaiannya adalah penyelesaian yang humanis,” tutur Bernardus.
Dikutip dari laman resmi perusahaan, Tanamalia Project merupakan proyek pengembangan PT Vale Indonesia Tbk yang berlandaskan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) serta PPKH No. 885 Tahun 2025 untuk kegiatan eksplorasi di kawasan hutan.
Proyek ini mengoptimalkan nilai sumber daya mineral Indonesia sekaligus mendukung pembangunan nasional dan pengembangan nikel laterit.
Berlokasi di kawasan Hutan Lindung dan Hutan Produksi Terbatas seluas 13.556,8 Ha di Kecamatan Towuti, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, eksplorasi telah dilakukan bertahap sejak 1970.
Ke depan, proyek direncanakan memasuki eksplorasi rinci (2025–2026), konstruksi (2027–2028), dan penambangan paling cepat pada 2030, bergantung pada kelayakan cadangan nikel.
Tanamalia Project saat ini sedang dalam proses studi Front End Loading (FEL) 2. FEL merupakan panduan manajemen proyek PT Vale. Metode ini menjelaskan bagaimana proyek dikembangkan dan direncanakan, mencakup aspek teknis, ekonomi, lingkungan, dan bisnis yang berkaitan dengan perusahaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








