Smelter PT Smelting Berhenti Sementara, Ini Penjelasan Freeport

AKURAT.CO PT Freeport Indonesia (PTFI) menyampaikan bahwa operasional smelter PT Smelting dihentikan sementara untuk menjalani perbaikan pada fasilitas furnace. Penghentian tersebut diperkirakan berlangsung hingga kuartal III-2026.
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI), Tony Wenas mengatakan, pihaknya telah menerima pemberitahuan terkait penghentian sementara operasional smelter PT Smelting yang merupakan perusahaan patungan dengan Mitsubishi Materials Corporation.
PTFI diketahui memiliki 66% saham PT Smelting, sedangkan 34% sisanya dimiliki Mitsubishi Materials Corporation.
“Operasional smelter PT Smelting dihentikan sementara sejak 8 Agustus 2026 untuk perbaikan furnace. Berdasarkan penilaian awal, perbaikan diperkirakan selesai pada kuartal ketiga 2026,” kata Tony kepada Akurat.co, Rabu (12/8/2026).
Baca Juga: Freeport (PTFI) Pastikan Ekspor Katoda Tembaga Tak Terkendala Isu Logam Tanah Jarang
Lebih lanjut Tony menjelaskan bahwa sampai saat ini PTFI melakukan penyesuaian terhadap jadwal pengiriman sekaligus mempercepat persiapan pengoperasian kembali smelter baru milik perseroan.
Smelter baru tersebut sepenuhnya dimiliki dan dioperasikan oleh PTFI. Perseroan menargetkan fasilitas tersebut dapat kembali beroperasi pada akhir Agustus 2026, lebih cepat dari rencana sebelumnya pada akhir kuartal III-2026.
Tony menegaskan, penghentian sementara operasional PT Smelting tidak berdampak terhadap kegiatan produksi tambang Grasberg.
Meski demikian, PTFI masih melakukan evaluasi terhadap potensi dampak penghentian sementara tersebut terhadap waktu realisasi proyeksi penjualan yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik.
“PTFI sedang mengevaluasi dampaknya terhadap waktu realisasi proyeksi penjualan yang telah disampaikan sebelumnya. Apabila terdapat dampak, hal tersebut diperkirakan hanya bersifat sementara,” ujarnya.
PT Smelting merupakan pabrik peleburan dan pemurnian tembaga pertama di Indonesia.
Baca Juga: PTFI Kebut Perbaikan Smelter, Kerahkan Pesawat Antonov
Pendirian PT Smelting dimulai ketika PT Freeport Indonesia mengajak Mitsubishi Materials Corporation (MMC) untuk bekerja sama membangun pabrik peleburan dan pemurnian tembaga di Indonesia pada tahun 1994.
Pembangunan PT Smelting dimulai pada tahun 1996 hingga tahun 1998. Pada awal berdirinya, PT Smelting Pabrik ini dirancang untuk memproduksi 200.000 ton katoda tembaga per tahun.
PT Smelting kemudian melakukan empat kali ekspansi pada tahun 2004, 2006, 2009, dan 2023 sehingga kapasitas produksi meningkat menjadi 342.000 ton tembaga per tahun.
Pada tanggal 30 Juni 2024, pemegang saham utama PT Smelting berubah dari Mitsubishi Materials Corporation menjadi PT Freeport Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









