Akurat Logo

Produsen Karpet Lokal Ini Sukses Tembus Proyek Institusional

Yosi Winosa | 15 Agustus 2026, 07:33 WIB
Produsen Karpet Lokal Ini Sukses Tembus Proyek Institusional
Direktur Modern Karpet, Yosua Dearma Silalahi (kanan)

AKURAT.CO Persaingan pasar karpet untuk proyek berskala besar seperti gedung pemerintahan, hotel, perkantoran, hingga tempat ibadah dan berbagai macam karpet mulai karpet kantor, karpet tile, karpet roll dan karpet Hotel, selama ini banyak dikuasai produk impor atau pemain yang sudah lebih dulu punya nama besar di industri.

Namun di tengah persaingan itu, sebuah brand lokal bernama Modern Karpet justru berhasil mencuri perhatian dan mendapatkan kepercayaan untuk menggarap sejumlah proyek institusional dalam dua tahun terakhir.

Modern Karpet, yang berada di bawah naungan PT Modern Gemilang Sejahtera, awalnya hanya bermain di segmen ritel, melayani kebutuhan karpet untuk rumah dan kantor pelanggan secara langsung. Namun sejak 2024, brand ini mulai serius merambah proyek berskala lebih besar setelah dipercaya mengerjakan karpet untuk Hotel Monopoly Bukittinggi.

Baca Juga: Ini Tips Membersihkan Karpet dari Bulu Anjing yang Suka Rontok

Dari titik itu, satu per satu proyek besar mulai dipercayakan kepada Modern Karpet. Beberapa di antaranya adalah Kantor Penghubung Pemerintah Aceh, Puspot dirga TNI AU, World Capital Tower, kantor PT Multi Bintang Indonesia Tbk, hingga Menara Palma.

Direktur Modern Karpet, Yosua Dearma Silalahi, mengungkapkan bahwa keberhasilan menembus pasar proyek institusional bukan semata soal harga yang lebih murah dibanding produk impor, melainkan soal memberikan solusi yang tepat sesuai kebutuhan setiap proyek.

"Kami tidak selalu menganggap produk impor pasti lebih bagus dan produk lokal pasti lebih murah. Yang kami lihat adalah kebutuhan proyeknya seperti apa, lalu kami carikan produk yang paling sesuai," ujar Yosua.

Menurut Yosua, menangani proyek besar jauh berbeda dengan penjualan ritel biasa. Jika di ritel yang penting barang tersedia dan pelanggan puas, di proyek semuanya harus benar-benar terukur, mulai dari jumlah barang, jadwal pengerjaan, kondisi lapangan, hingga proses pemasangan.

Salah satu tantangan yang menurutnya jarang diketahui publik adalah soal konsistensi warna dan motif karpet di area yang sangat luas. Instagram @modernkarpet memastikan seluruh material dalam satu proyek berasal dari batch produksi yang sama, sebab perbedaan batch dapat menimbulkan selisih warna yang cukup terlihat ketika dipasang di ruangan berskala ribuan meter persegi, seperti pada masjid-masjid besar.

Presisi juga jadi hal yang tak bisa ditawar dalam proyek tempat ibadah. Arah shaf, sambungan antar-karpet, hingga posisi tiang dan pintu harus diperhitungkan detail sejak awal. Terlebih, pemasangan sering kali harus diselesaikan dalam waktu terbatas karena bangunan tetap digunakan untuk beribadah selama proses pengerjaan berlangsung.

Sementara untuk proyek instansi pemerintah seperti Kantor Penghubung Pemerintah Aceh dan Puspot dirga TNI AU, Modern Karpet dituntut mengikuti standar administrasi yang jauh lebih ketat dibanding proyek swasta, mulai dari spesifikasi barang, volume, hingga dokumen serah terima.

Ke depan, Modern Karpet berencana memperluas jangkauan proyek ke luar Jabodetabek secara bertahap. Perusahaan yang berlokasi Duren Sawit, Jakarta Timur ini ingin memastikan kesiapan sistem distribusi dan pengawasan lapangan lebih dulu agar kualitas layanan tetap konsisten di berbagai wilayah.

"Produk lokal sebenarnya punya kesempatan yang sangat besar untuk masuk ke proyek-proyek besar di Indonesia. Saya berharap kedepannya perusahaan lokal tidak hanya dilihat sebagai pilihan karena harganya lebih murah, tapi juga karena mampu bersaing dari sisi kualitas dan profesionalisme," tutur Yosua.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.