Jadi Anak Satu-satunya, Daffa Wardhana Selalu Diskusi dengan Marini Zumarnis Sebelum Ambil Pekerjaan

AKURAT.CO, Aktor Daffa Wardhana mengungkapkan jika dirinya selalu melakukan diskusi terlebih dulu dengan Ibundanya, Marini Zumarnis sebelum mengambil pekerjaan.
Menurutnya, sang ibu yang sudah lama berkarir di entertainment pastinya akan lebih mengetahui perihal pekerjaan sebagai aktor ataupun aktris.
Baca Juga: Daffa Wardhana Rayakan Satu Tahun Pacaran Lewat Foto Romantis
Hal ini diungkap Daffa usai tampil membacakan salah satu puisi karya tokoh fiktif Raka Sulistyo Bintang, yang diadaptasi dari naskah drama musikal Memeluk Mimpi-Mimpi karya Felix K. Nesi berjudul Melepas Kepergian.
"Selalu ya, karena mama kan juga mengawali karier jauh lebih dari aku dan aku punya inspirasi (ke dunia hiburan kan) dari mama," ujar Daffa di Galeri Indonesia Kaya, Mh Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (1/2/2025).
"Cuma kalau udah terlalu detail (enggak diskusi), kadang beberapa (kan ada) yang detail banget tuh, ya memang generasinya berbeda. Jadi kadang ya share-nya enggak sederhana. Tapi pasti banyak dapet masukan, dapat ajaran (dari mama)," sambung Daffa.
Bukan hanya sekadar soal pekerjaan, Daffa mengaku sang ibu akan menjadi fashion stylist pribadinya di momen-momen tertentu.
"Event hari ini tuh outfit-nya mamah juga yang bantu untuk memilihkan. Maksudnya aku ada beberapa referensi. Tadi aku udah bawa baju, bawa di sini. Tapi ada beberapa input dari mama. Jadi mamah banyak support sih," ucap Daffa.
Daffa terpilih untuk membacakan salah satu Puisi “Melepas Kepergian” Karya Raka Sulistyo Bintang di Auditorium Galeri Indonesia Kaya pada Sabtu ini.
Acara yang digagas oleh Project Puri Sembilan ini merupakan sebuah parodi Sastra Indonesia dari penulis Felix K. Nesi, sastrawan asal Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur.
Raka Sulistyo Bintang merupakan tokoh fiktif yang diadaptasi dari naskah drama musikal Memeluk Mimpi-Mimpi karya Felix K. Nesi yang ditulis tahun 2024 dan dipentaskan oleh Titimangsa di Teater Besar Taman Ismail Marzuki.
Baca Juga: Ini Makna Perpisahan Bagi Daffa Wardhana dan Lutesha
Raka diperankan oleh Daffa Wardhana ini menulis buku puisi sebagai refleksinya atas perjalanannya sebagai mahasiswa, juga usahanya untuk melepaskan kekasihnya semasa kuliah.
Setiap bait dalam buku ini menjadi jendela menuju dunia batin Raka yang bergulat dengan kenangan, harapan, dan perasaan yang tak selalu mudah diungkapkan.
Peluncuran dan diskusi buku yang juga dipandu seorang kritikus sastra ini juga dihadiri tokoh-tokoh akademis dan sahabat-sahabat Raka, antara lain penyair senior Indonesia, Hiatu Gaharu (diperankan oleh Wawan Sofwan), Dosen Psikologi Sastra, Dr. Mira Irawan, Ph.D (diperankan oleh Olga Lydia), dan Sekar Prameswari (diperankan oleh Claresta Taufan) sebagai moderator.
Peluncuran buku ini dipandu oleh Fajar Baskara (diperankan oleh Kubil) dan Rena Putri (diperankan oleh Mawar de Jongh). Tak ketinggalan, kehadiran Larasati Jingga (diperankan oleh Sherina Munaf) dan Agung Irawan (diperankan oleh Danu Kusuma).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








