Akurat
Pemprov Sumsel

Tawa ke Teror, Film Setannya Cuan Hidupkan Kembali Horor-Komedi Nusantara

Sri Agustina | 23 Januari 2026, 22:38 WIB
Tawa ke Teror, Film Setannya Cuan Hidupkan Kembali Horor-Komedi Nusantara

AKURAT.CO Di tengah dominasi film horor serius, sebuah karya horor-komedi hadir membawa napas berbeda.

Rumah produksi Radepa Black bersama Atlas Picture resmi mengumumkan perubahan judul film terbarunya dari Djoerig Salawe menjadi Setannya Cuan.

Transformasi ini diperkenalkan bersamaan dengan perilisan poster, trailer, dan original soundtrack film.

Pergantian judul tersebut bukan sekadar strategi pemasaran, melainkan bentuk penghormatan bagi tradisi horor-komedi khas Indonesia yang lekat dengan tawa dan kebersamaan.

Baca Juga: Film Horor Dusun Mayit Tayang 31 Desember, Teror Mendaki Gunung Welirang

Ide cerita Setannya Cuan berangkat dari fenomena sosial yang dekat dengan keseharian masyarakat, terutama obsesi terhadap angka keberuntungan dan praktik klenik demi mengubah nasib secara instan. Film ini terinspirasi dari kisah nyata tentang pencarian jalan pintas ekonomi yang sering kali tak masuk akal.

“Kami ingin memotret bahwa di balik keriuhan komedinya, ada potret jujur mengenai bagaimana 'cuan' atau uang bisa mengubah perilaku manusia hingga berurusan dengan dunia gaib,” jelas dr. Robby Hilman Maulana, Produser Eksekutif sekaligus penggagas cerita film ini di kawasan Senayan, Jakarta, Jumat (23/1/2026).

Mengusung tema “menertawakan ketakutan, merayakan kehidupan, ” Setannya Cuan mencoba mengembalikan pengalaman menonton horor yang hangat dan kolektif.

“Kami ingin mengembalikan sensasi menonton film horor yang 'guyub.' Di mana penonton bisa berteriak kaget, tapi sedetik kemudian tertawa terpingkal-pingkal bersama orang di sebelah mereka,” ujar Avesina Soebli, produser film yang bekerja bersama Aris Muda.

“Ini adalah surat cinta kami untuk penonton yang kangen hiburan yang jujur, dekat dengan keseharian, dan tentu saja, sangat Indonesia,” tambahnya.

Pemilihan judul Setannya Cuan mencerminkan realitas masyarakat modern yang berada di persimpangan antara tradisi mistis dan tekanan ekonomi.

Dalam film ini, setan tidak hanya menjadi sumber teror, tetapi juga bagian dari ambisi manusia untuk cepat kaya.

“Penonton diajak melihat bahwa terkadang, isi dompet yang kosong jauh lebih horor daripada penampakan di pohon beringin,” ujar Sahrul Gibran, sutradara yang berduet dengan Jay Sukmo.

Peran Fico Fachriza yang Licik dan Manipulatif
Salah satu karakter mencuri perhatian adalah Ujang, yang diperankan komika Fico Fachriza. Dalam film ini, Ujang digambarkan sebagai sosok manipulatif yang rela melakukan apa saja demi uang.

“Aku perannya jadi Ujang. Ini kan syutingnya tahun 2019 ya. Enggak tahu kebetulan atau apa, atau ya universe works in mysterious way gitu ya,” kata Fico Fachriza.

“Di sini tuh si Ujang perannya jadi orang yang kanan-kiri ikut, terus manipulatif,” tambahnya.

Fico bahkan mengaku karakter tersebut sempat terasa begitu dekat dengan kehidupannya setelah syuting selesai.

“Enggak tahu ini faktor karena saya meranin karakter Ujang apa enggak, hidup saya seterusnya kebawa kanan-kiri, manipulatif gitu,” ucap Fico sambil tertawa.

Dalam alur cerita, Ujang menjadi kunci terbongkarnya rahasia kekayaan instan Asep, salah satu tokoh utama yang menggunakan jasa dukun bernama Rojan untuk menang judi togel.

Godaan tersebut kemudian menyeret Adang ke jalan gelap serupa, hingga desa berubah menjadi pusat kekacauan, ritual mistis, dan ketakutan massal.

Baca Juga: 5 Film Horor Indonesia Tayang Desember 2025, Berani Nonton Pas Liburan?

Setannya Cuan dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 5 Maret 2026, bertepatan dengan bulan Ramadan.

Film ini dimainkan oleh Alexandra, Joe P Project, Fico Fachriza, Dimas Andrean, Anyun Cadel, Candil, Ben Kasyafani, Mega Carefansa, Gabriella Desta, Mongol Stres, Aming, Budi Dalton, serta menjadi karya penuh kenangan bagi almarhum Babe Cabita.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Sri Agustina
R