Akurat
Pemprov Sumsel

Viral! Profil No Na, Girlband Indonesia yang Jadi Sorotan Usai Dihina Knetz

Putri Chandra | 12 Februari 2026, 14:34 WIB
Viral! Profil No Na, Girlband Indonesia yang Jadi Sorotan Usai Dihina Knetz

AKURAT.CO Profil No Na telah menarik perhatian warganet, karena girlband asal Indonesia ini tuai kontroversi di Korea

Label musik global 88rising diketahui kembali menghadirkan girl group terbaru bernama No Na, yang seluruh anggotanya berasal dari Indonesia.

Grup ini dijadwalkan resmi debut pada 2 Mei 2025, dan langsung menjadi perbincangan sejak pertama kali diumumkan melalui akun Instagram resmi @88rising pada 29 April 2025.

Kehadiran No Na pun menandai langkah besar talenta Indonesia untuk bersaing di panggung musik internasional.

Baca Juga: Kabar Duka, Jung Eun-woo Meninggal Dunia, Ini Profil dan Daftar Dramanya

Namun, di tengah antusiasme penggemar, girlband No Na juga diterpa kontroversi setelah sejumlah netizen Korea (Knetz) melontarkan komentar bernada rasis.

Salah satu komentar di media sosial bahkan menyindir konsep video musik mereka dengan mengatakan bahwa grup tersebut seharusnya “menanam padi saja.” Pernyataan ini sontak memicu reaksi publik dan membuat profil No Na semakin ramai dibicarakan.

Profil Girl Group No Na

No Na merupakan girl group asal Indonesia yang beranggotakan empat personel dan berada di bawah label internasional 88rising.

Grup ini terdiri dari Christy, Esther, Baila, dan Shaz. Awal terbentuknya No Na bermula saat festival Head in the Clouds digelar di Jakarta pada Desember 2022, di mana tiga anggota pertama kali bertemu.

Baca Juga: Profil Bonatua Silalahi, Akademisi yang Tunjukkan Salinan Ijazah Jokowi dari KPU

Enam bulan kemudian, Esther menyusul bergabung dan melengkapi formasi. No Na akhirnya resmi debut pada 2 Mei 2025 lewat single perdana berjudul “Shoot.”

Daya tarik utama girl group No Na terletak pada konsep penamaan para anggotanya yang diawali dengan kata “Nona”.

Pilihan ini bukan sekadar unik, tetapi juga menghadirkan nuansa feminin sekaligus menegaskan identitas lokal mereka sebagai grup asal Indonesia.

Nama “No Na” pun terdengar lembut, mudah diingat, dan terasa selaras dengan perkembangan pasar musik Asia yang semakin kompetitif.

Dalam video perkenalan yang dirilis oleh 88rising, grup ini tampil memikat lewat konsep visual menyerupai peri, menonjolkan pesona alami perempuan Indonesia.

Identitas budaya semakin terasa melalui sentuhan instrumen gamelan Bali di bagian pembuka video, dipadukan dengan latar panorama pantai Indonesia yang menawan.

Perpaduan elemen tradisional dan modern tersebut sukses mencuri perhatian serta menuai respons positif dari pecinta musik global.

Sebagai girl group Indonesia pertama yang digarap secara khusus oleh 88rising, kehadiran No Na dianggap sebagai langkah strategis untuk memperluas jangkauan label tersebut di Asia Tenggara.

Baca Juga: Profil Romi Jahat, Vokalis Band Punk Legendaris yang Meninggal Dunia Usai Dirawat Intensif

Dengan dukungan label internasional, No Na diprediksi mampu menjadi wajah baru talenta muda Indonesia di panggung dunia.

Lebih dari sekadar grup musik, No Na membawa semangat kebanggaan nasional. Penampilan yang kuat, identitas budaya yang menonjol, serta konsep yang matang membuat perjalanan mereka layak dinantikan dalam industri musik internasional.

Profil Anggota No Na

1. Nona Christy (Christy Gardena)

Christy merupakan anggota No Na yang berasal dari Mataram, Nusa Tenggara Barat, dan bersekolah di SMAN 5 Mataram.

Sejak kecil, ia sudah menekuni dunia tari, khususnya balet dan tari Latin, bahkan mulai mengikuti kompetisi sejak usia 9 tahun.

Salah satu pencapaiannya adalah meraih juara tiga kategori duo dalam ajang International Dance Asia. Ia juga pernah tergabung dalam Smala Dance Crew dan berpartisipasi di DBL Dance 2016 NTB.

Di dalam grup, Christy dikenal sebagai sosok yang keibuan dan dapat diandalkan. Bersama Shaz, ia kerap berkontribusi dalam pembuatan koreografi.

Prestasinya terlihat saat ia meraih juara ketiga dalam International Dance Asia Competition 2019 untuk kategori duo. 

Dengan bakat tari yang kuat dan pengalaman yang beragam, Christy menjadi salah satu talenta muda Indonesia yang menarik untuk diperhatikan.

2. Nona Esther (Esther Geraldine)

Esther adalah member No Na yang berasal dari Jakarta Barat dan sempat tinggal di Bali selama enam tahun.

Namanya mulai dikenal setelah tampil di Indonesian Idol musim ke-10, lalu debut sebagai solois pada 2021 dengan lagu “Rarity.” Berkat vokalnya yang kuat, ia menjadi salah satu kekuatan utama dalam grup.

Dikenal sebagai pribadi rapi dan terorganisir, Esther sering dipercaya menjaga kerapihan tim. Dengan bakat dan pengalaman yang dimilikinya, Esther menunjukkan potensi besar sebagai talenta muda Indonesia yang siap bersaing di panggung global.

3. Nona Baila (Baila Fauri)

Baila adalah member No Na asal Jakarta yang sudah terjun ke dunia hiburan sejak kecil lewat ajang Indonesian Idol Junior.

Baila sudah mencuri perhatian sejak tampil di Indonesian Idol Junior 2014 dan berhasil menembus enam besar.

Ia kemudian debut sebagai solois pada 2019 dengan lagu “Eye 2 Eye,” menegaskan kemampuannya sebagai penyanyi berbakat.

Bergabung dengan 88rising menjadi langkah besar dalam kariernya, dan kini Baila tampil sebagai salah satu kekuatan utama No Na dengan pesona serta pengalaman panggung yang dimilikinya.

4. Nona Shazfa (Shazfa Adesya)

Shazfa merupakan member No Na asal Jakarta yang dikenal sebagai sosok termuda dalam grup. Ia memiliki latar pendidikan di University of New South Wales (UNSW), Australia, dengan fokus pada Public Relations and Advertising, bahkan masuk Dean’s List pada 2022. 

Sebelum terjun ke dunia musik, Shaz aktif dalam tim basket dan komunitas cover dance, yang semakin mengasah kemampuan panggung serta gerakan hip hop yang kini menjadi keahliannya.

Kesempatan bergabung dengan No Na datang saat ia masih berada di Sydney, ketika 88rising menghubunginya langsung.

Sejak itu, Shaz dipercaya turut menggarap koreografi bersama Christy. Di balik bakatnya, ia dikenal sederhana dengan selera lokal seperti nasi padang dan martabak, serta mengidolakan musisi Indonesia seperti Tulus dan NIKI.

Dengan kombinasi pendidikan, talenta, dan karisma, Shaz menjadi salah satu wajah muda yang memperkuat identitas No Na.

Terlepas dari kontroversi yang sempat mencuat, No Na berhasil membuktikan bahwa mereka bukan sekadar sensasi sesaat.

Dengan talenta, konsep kuat, serta identitas budaya Indonesia yang kental, girl group ini memiliki potensi besar untuk bersinar di industri musik internasional.

Dukungan dari label global 88rising juga menjadi modal penting bagi perjalanan mereka ke depan. Kini, langkah No Na patut dinantikan sebagai representasi generasi muda Indonesia yang siap menembus panggung dunia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.