Akurat
Pemprov Sumsel

Fokus pada Makna, Bukan Hadiah: Cara Risty Tagor Tanamkan Ketulusan Berpuasa ke Anak

Nuzulul Karamah | 19 Maret 2026, 17:29 WIB
Fokus pada Makna, Bukan Hadiah: Cara Risty Tagor Tanamkan Ketulusan Berpuasa ke Anak
Risty Tagor

AKURAT.CO, ​Bagi selebriti Risty Tagor, mengajarkan ibadah puasa kepada ketiga buah hatinya bukan sekadar melatih menahan lapar, melainkan upaya membangun fondasi spiritual sejak dini.

Di tengah tren pemberian hadiah atau reward materi sebagai pemancing anak berpuasa, Risty memilih jalur yang berbeda dengan mengedepankan pemahaman esensi Ramadan.​

Baca Juga: Risty Tagor Main Film Lagi, Jadi Peran Tak Terduga di Home Sweet Loan

​Ibu dari Arsen, Arkana, dan Cylla ini meyakini bahwa motivasi terbaik dalam beribadah datang dari dalam hati, bukan karena janji barang mewah atau uang.

Dia ingin anak-anaknya mencintai momen Ramadan karena nilai kesuciannya, sehingga mereka dapat menjalankan ibadah dengan penuh kesadaran.

​"Kalau aku tidak mau menjanjikan sebuah reward atau reward, tapi ada esensi lebih esensi momen Ramadannya yang aku kasih sama mereka," ungkap Risty Tagor saat ditemui di kawasan Ampera, Jakarta Selatan.

​Metode pengasuhan yang menitikberatkan pada ketulusan ini terbukti efektif.

Tanpa perlu paksaan atau kompetisi berhadiah, anak-anak Risty yang kini telah memasuki usia sekolah menunjukkan perkembangan yang membanggakan dalam menjalankan kewajiban agama mereka.

​"Dan alhamdulillah anak-anak sekarang yang sekolah udah pada puasa semua," tuturnya.

​Risty menerapkan beberapa prinsip utama dalam pola asuhnya salah satu ya dengan menjadi contoh langsung dalam beribadah dan berbagi kepada sesama.

Baca Juga: Seru Abis, Ini 5 Potret Cantik Risty Tagor Berwisata Alam

Selain itu, dia juga menjelaskan alasan di balik setiap ibadah agar anak paham tujuan mereka melakukannya.

​Bagi Risty, peran orang tua adalah sebagai kompas moral bagi anak-anak. Dia percaya bahwa perilaku yang dia tunjukkan hari ini terutama dalam hal ketaatan dan kepedulian sosial akan menjadi memori kolektif yang membentuk karakter mereka di masa depan.

Dengan melepas ketergantungan pada hadiah materi, dirinya berharap anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi yang beribadah semata-mata karena cinta kepada Tuhan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.