Keluarga Vidi Aldiano Ungkap Alasan Tak Ada Pengajian Khusus di Hari ke-40

AKURAT.CO Genap satu bulan sudah belantika musik Tanah Air kehilangan sosok Vidi Aldiano yang berpulang pada 7 Maret 2026 lalu.
Mendekati momentum 40 hari wafatnya sang musisi yang jatuh pada 16 April mendatang, pihak keluarga memberikan penjelasan terkait rencana peringatan doa bersama.
Ayahanda Vidi, Harry Kiss, menjelaskan bahwa dalam tradisi keluarga mereka sebenarnya tidak terpaku pada penanggalan tertentu seperti 40 hari atau 100 hari yang jamak dilakukan masyarakat luas.
Baca Juga: Tanggapan Harry Kiss Terkait Kiriman Anggrek Tanpa Identitas di Makam Vidi Aldiano
Baginya, doa untuk mendiang putra tercintanya adalah napas harian yang tidak terbatas waktu.
“Di keluarga kami itu tidak ada istilah 40 hari, 30 hari, atau 1000 dan lain-lain. Pokoknya kalau ada waktu ya kita berdoa,” ujar Harry Kiss saat ditemui di kawasan Veteran, Jakarta Selatan, Senin (6/4/2026).
Meski tidak memegang teguh tradisi hitungan hari, pihak keluarga tetap berencana menggelar acara doa bersama dan pengajian sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Acara tersebut rencananya akan dilaksanakan di Masjid Nurul Hidayah, namun waktunya masih bersifat fleksibel menyesuaikan ketersediaan tempat.
“Sepuluh hari lagi (40 hari Vidi) kebetulan akan, jadi kita lihat kapan masjidnya kosong. Jadi namanya Masjid Nurul Hidayah. Kita lagi cari waktu,” imbuh Harry.
Terkait kepastian tanggal pelaksanaan, Harry Kiss menyebutkan ada kemungkinan acara digelar sedikit bergeser dari tanggal kematian tepatnya.
“Entah mungkin tanggal 18, 19 atau tanggal berapa. Ya, tapi eh pasti kita akan adakan,” tutupnya.
Baca Juga: Idul Fitri Tanpa Sang 'Tukang Ide', Harry Kiss Kenang Ritual Lebaran Bareng Vidi Aldiano
Vidi Aldiano mengembuskan napas terakhirnya setelah perjuangan panjang melawan kanker ginjal. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam tidak hanya bagi keluarga, tapi juga masyarakat luas.
Terbukti, hingga satu bulan berselang, makam sang pelantun "Nuansa Bening" di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, masih terus didatangi oleh para peziarah yang ingin mengirimkan doa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







