Akurat
Pemprov Sumsel

Royalti Merosot Drastis, Rhoma Irama Desak Transparansi dan Evaluasi LMKN

Nuzulul Karamah | 8 April 2026, 22:29 WIB
Royalti Merosot Drastis, Rhoma Irama Desak Transparansi dan Evaluasi LMKN
Rhoma Irama

AKURAT.CO, Legenda musik dangdut, Rhoma Irama, secara terbuka melayangkan kritik tajam terhadap kinerja dan transparansi Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) dalam mengelola royalti musik di Indonesia.

Bersama koalisi sejumlah Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) seperti RAI, ARDI, WAMI, hingga PAPPRI, sang Raja Dangdut menyuarakan keresahan para seniman atas karut-marutnya distribusi hak ekonomi mereka.

​Persoalan utama yang disoroti adalah masa transisi penyesuaian peraturan dengan undang-undang hak cipta yang baru.

Baca Juga: Ada Rhoma Irama Lebaran di Indosiar, Dilanjutkan Program Spesial Drama Asia

Rhoma menilai, ketidakjelasan acuan hukum selama masa peralihan ini telah memicu kekacauan dalam pemungutan dan pembagian royalti.

​"Bahwa berkumpulnya kami di sini adalah dalam rangka menyikapi kondisi saat ini yang kita hadapi bersama, di mana LMKN sebagai lembaga yang melakukan penarikan, pemungutan, dan distribusi royalti, tengah melakukan penyesuaian peraturan dengan undang-undang hak cipta yang baru," ujar Rhoma Irama di kawasan Depok, Jawa Barat, Selasa (7/4/2026).

​Dia menyayangkan minimnya sosialisasi dari pihak LMKN mengenai perubahan sistem tersebut.

Menurutnya, selama sistem baru belum siap sepenuhnya, LMKN seharusnya tetap berpijak pada regulasi yang sudah ada agar tidak terjadi kekosongan hukum yang merugikan musisi.

​"Nah, sayangnya LMKN dan juga LMK-LMK ini belum melakukan sosialisasi yang mendalam. Kemudian penerapan sistem dalam waktu yang relatif singkat ini, seharusnya sebelum kita mengacu pada sistem baru, kita tetap mengacu pada Pasal 28 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014," tegasnya.

​Kritik Rhoma bukan tanpa alasan. Dirinya membeberkan fakta mengejutkan mengenai merosotnya nilai royalti yang diterima oleh Anugrah Royalti Dangdut Indonesia (ARDI).

Dana yang biasanya mencapai miliaran rupiah, secara drastis menyusut hingga hanya tersisa puluhan juta rupiah.

​"Nah ini kemarin cuma dapat Rp25 juta. Ngebagiinnya gimana coba? Yang biasanya Rp2 sekian M, Rp2,5 M, tiba-tiba cuma Rp25 juta," ungkap Rhoma dengan nada kecewa.

​Kondisi ini memicu keprihatinan mendalam, terutama mengingat ada ratusan anggota yang menggantungkan hidup dari royalti tersebut, terlebih menjelang hari raya Idulfitri.

​"300-an anggota. Ya bayangin aja ngebagiinnya gimana. Itu aja sih menjadi apa namanya, terutama mau Lebaran. Di mana mereka perlu buat mudiklah, buat belanja Lebaran, itu yang menjadi apa… sangat-sangat menyedihkan," tambahnya.

Baca Juga: Raisa - Rhoma Irama Goyang Panggung HUT SCTV Lewat Lagu Syahdu

​Melihat situasi yang sulit bagi para pencipta lagu dan musisi, Rhoma Irama mengambil langkah konkret dengan merogoh kocek pribadi sebesar Rp100 juta untuk membantu anggota yang terdampak.

​"Ya sebagai rasa empati ajalah ya. Empati bahwa apa pun kan saya pimpinan. Saya kan ketua umum. Jadi rasa prihatin aja," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.