Akurat
Pemprov Sumsel

Dorong Program Esports di Ranah Akademik, Garudaku Guyur Rp330 Juta ke 420 Siswa

Endarti | 6 Mei 2024, 13:46 WIB
Dorong Program Esports di Ranah Akademik, Garudaku Guyur Rp330 Juta ke 420 Siswa
 
AKURAT.CO Moonton Cares dan Hope Cup bersama dengan Garudaku resmi memberikan dukungan program esports kepada 420 siswa di 14 sekolah di Jawa Barat dan Jawa Tengah sebesar Rp330 juta melalui Total Gold yang berhasil diperoleh para tim dari Week 4 - Week 6 MPL ID S13.
 
Program dukungan dari Moonton Cares ini dilakukan demi menyejahterakan skena esports siswa di sekolah-sekolah pedesaan di Jawa Timur dan Jawa Barat melalui Mobile Legends: Bang Bang, serta lebih memajukan Esports Indonesia.
 
Total dukungan ini, akan digunakan untuk menghadirkan program ekstrakurikuler esports dan juga konektivitas internet selama setahun ke 14 sekolah pedesaan dan 420 siswa di Jawa Timur dan Jawa Barat.
 
 
Jumlah Gold yang berhasil didapatkan oleh para tim dari Week 4 sampai Week 6 yang lalu adalah 6,349,756 gold. Sesuai dengan mekanisme yang telah ditentukan, total gold tersebut kemudian dikali dengan 30 sehingga total donasi idealnya sebesar Rp190.492.680.
 
Melihat antusias para anak-anak muda yang begitu besar untuk bisa masuk bergabung ke dalam industri esports, MOONTON Cares memberikan tambahan donasi kurang lebih sebesar Rp139 juta sehingga menghasilkan total donasi yang akan diberikan senilai Rp330 juta.
 
"Kita melihat potensial dan usaha anak-anak muda ini, begitu besar untuk bisa terjun ke dalam industri esports, melihat angka awal donasi di Rp190 Juta kami berinisiatif untuk menambahkan dukungan menjadi Rp330 juta sehingga 420 siswa benar-benar mendapatkan dukungan program esports yang bermanfaat," ucap Azwin Nugraha selaku Public Relation Manager Esport Moonton Indonesia.
 
"Harapannya, kami ingin generasi muda berhasil membuat esports Indonesia menjadi lebih maju dan mereka juga memiliki prestasi akademik," tambah Azwin.
 
Di kesempatan yang sama, Ferry Kono Tim Ahli Menpora & Dewan Pengawas Lembaga Pengelola Dana dan Usaha Keolahragaan (LPDUK), mengatakan bahwa esports adalah salah satu olahraga yang sangat rentan membutuhkan kemajuan teknologi, terutama internet. 
 
Dirinya berterima kasih kepada Program Edukasi dari MOONTON Cares dan Hope Cup bersama dengan Garudaku ini, karena bisa menjadi masukan untuk pemerintah agar ikut berpartisipasi
dalam menjangkau area rural di Indonesia.
 
"Kita tahu esports rentan dengan teknologi dan masih banyak daerah di Indonesia yang belum terjangkau internet dengan baik. Ini juga bisa jadi masukan untuk pemerintah agar Menkominfo
juga ikut memikirkan daerah-daerah rural yang kemungkinan punya talent atlet-atlet esports berbakat."
 
"Paling tidak sudah ter-cover internetnya. Kita harapkan kegiatan-kegiatan ini sebagai salah satu contoh kepedulian olahraga esports, khususnya PBESI karena Garuda berada di naungan PBESI," ucap Ferry Kono.
 
Di sisi lain, Debora Imanuella, Ketua Bidang Hubungan Masyarakat dan Komunikasi PB Esports Indonesia, juga turut senang melihat adanya peran pendidikan dalam perkembangan para talenta muda esports di Indonesia saat ini.
 
Apalagi peran pendidikan dinilai sangat penting oleh dirinya, agar karir para generasi bangsa kita masih tetap cemerlang.
 
"Saya senang bisa menjadi bagian dari kolaborasi luar biasa ini, yang bertujuan untuk mendukung pendidikan melalui platform yang inovatif, yaitu Hope Cup. Saya selalu sharing ke temen-temen semua, bahwa esports ini seharusnya tidak lepas dari peran pendidikan. Karena
esports bukan hanya buang-buang waktu, tapi semua talenta generasi muda ini punya karir yang cemerlang dengan didukung oleh pendidikan." kata Debora.
 
 
Sementara itu, Head of Esports Akademi Garudaku Robertus Aditya mengatakan bahwa esports adalah industri potensial di masa depan dengan menggabungkan sisi bisnis, sisi olahraga yang digabung dengan entertainment.
 
 “Diharapkan Esports bisa menjadi sarana untuk memperluas networking, sarana pengembangan dan pembinaan prestasi keolahragaan, dan semuanya juga harus diimbangi dengan prestasi di dunia akademis."
 
"Sesuai dengan visi dari Moonton Cares untuk ‘Membina Sang Legenda’ yang diimplementasi di tingkat Sekolah Menengah untuk menyeimbangkan kemampuan dan talenta di dunia esports dan di dunia nyata khususnya akademis, karena jago aja enggak cukup,” ujar Robertus.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
Reporter
Endarti
R