Akurat
Pemprov Sumsel

Bali Siap Menjadi Tuan Rumah Asia Pacific Walking Football Cup 2025

Endarti | 23 Mei 2025, 19:55 WIB
Bali Siap Menjadi Tuan Rumah Asia Pacific Walking Football Cup 2025
 
AKURAT.CO, Indonesia akan menjadi tuan rumah turnamen sepakbola berjalan (walking football) lintas usia paling bergengsi di kawasan Asia Pasifik, Asia Pasific Walking Football Cup 2025, yang akan digelar pada 13–16 November 2025 di Bali United Training Centre. 
 
Ajang ini akan diikuti oleh sedikitnya tujuh negara, yakni Indonesia, Australia, Singapura, Malaysia, India, Pakistan, dan Qatar.
 
Turnamen ini mengusung format Walking Football, sebuah bentuk sepakbola yang 
dirancang khusus untuk pemain usia 40 tahun ke atas bagi wanita dan 50 tahun keatas bagi pria, dengan aturan utama: no running, no sliding, dan no tackling.
 
 
Aturan ini menjadikan Walking Football aman, inklusif, dan sangat memperhatikan aspek kesehatan serta keselamatan pemain, sejalan dengan komitmen turnamen terhadap prinsip “zero accident”.
 
Hadir langsung dalam peluncuran Asia Pasific Walking Football Cup 2025 oleh sejumlah tokoh penting sepakbola nasional, seperti mantan manajer Timnas Indonesia, IGK Manila, legenda Timnas Indonesia, Herry Kiswanto, mantan pemain timnas putri Indonesia, Mutia Datau.  
 
Ketiganya menyatakan dukungan penuh terhadap kehadiran Perkumpulan Sepakbola Berjalan Seluruh Indonesia (Persejasi) sebagai induk olahraga sepakbola berjalan (walking football)
resmi Indonesia di turnamen ini.
 
“Walking Football bukan hanya olahraga, tetapi juga gaya hidup sehat dan ajang silaturahmi lintas negara," ucap IGK Manila, di Plaza Timor, Jakarta, Jumat (23/5/25).
 
 
"Saya mendukung penuh Persejasi yang membawa nama Indonesia dalam 
semangat prestasi, persaudaraan dan sportivitas,” tambah dia.
 
Selain itu IGK Manila menambahkan bahwa adanya turnamen ini bisa membangkitkan semangat para legenda sepakbola Indonesia yang masih giat bermain bola.
 
“Ini adalah kesempatan untuk membangkitkan semangat baru di kalangan mantan pemain. Saya menyebut ini sebagai lahirnya 'legenda ke-2' dalam sepakbola, kesempatan kedua bagi para legenda untuk tetap aktif dan memberi inspirasi," tambah IGK Manila
 
Sementara itu, Mutia Datau turut menyoroti pentingnya kesetaraan antara gender dalam sepakbola berjalan. Di mana olahraga ini bisa dinikmati semua bisa gender.
 
 “Walking Football memberikan ruang bagi siapa saja, tanpa batasan gender atau usia. Ini adalah wujud sepakbola yang sesungguhnya di mana terbuka dan ramah bagi semua usia," kata Mutia Datau.
 
Turnamen ini juga diharapkan dapat menjadi momentum besar untuk memperkenalkan dan mengembangkan Walking Football secara lebih luas di Indonesia dan kawasan Asia Pacific. 
 
Persejasi membawa visi jangka panjang untuk menjadikan Walking Football sebagai gerakan nasional yang mengedepankan kesehatan, kebersamaan, dan semangat kompetisi yang positif bagi para senior sepakbola.
 
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
Reporter
Endarti
H