“Inisiasi kami untuk sebuah turnamen soccer cage ini ingin mengangkat kultur sepak bola jalanan yang berbasis kandang, jadi bisa dimainkan kapan saja dan di mana saja. Ini eksibisi pertama 3x3, bahkan ada juga format 1x1. Intinya kami ingin menghidupkan kembali semangat komunitas,” ujar Kunto di Jakarta, Sabtu (8/11/2025).
Baca Juga: Perkuat Koneksi di Eropa, Offside Corp Hadiri Ballon d’Or Ceremony
Kunto menambahkan, acara ini juga menghadirkan enam content creator ternama Indonesia yang akan beradu skill dengan mantan bintang Manchester United, Patrice Evra, dalam laga bertajuk Clash of Stars.
“Besok sore akan ada enam content creator, termasuk Patrice Evra yang akan main lawan content creator Indonesia. Evra sudah tiba di Indonesia, sempat jalan-jalan di Jakarta dan malam ini ada sesi exclusive dinner bersama dia,” katanya.
Selain laga eksibisi, Offside juga menyiapkan agenda coaching clinic bersama Evra yang melibatkan lima anak berbakat hasil seleksi dari lima kota sebelumnya. Kegiatan puncak Simpati Clash of Stars itu akan berlangsung di Asiop Training Ground, Arcici, Cempaka Putih, pada Minggu (9/11/2025).
“Dari acara lima kota sebelumnya, terpilih lima anak yang akhirnya bisa latihan bareng Evra di Jakarta. Ini jadi momen penting buat mereka,” tutur Kunto.
Lebih lanjut, Kunto mengungkapkan bahwa salah satu mitra strategis Offside, Johan Marshall, yang merupakan mantan pemain profesional di Liga Prancis, turut berperan besar dalam membuka jaringan ke berbagai pemain top Eropa, termasuk mantan penggawa Manchester United.
Baca Juga: Patrice Evra Ternyata Pernah Jadi Penjual Narkoba Sebelum Sukses
“Kebetulan Johan Marshall ini mantan pro player di Liga Prancis dan sempat memperkuat timnas Prancis kelompok umur. Dari situ kami punya banyak koneksi ke pemain-pemain Eropa, terutama dari Manchester United. Jadi kalau ditanya mudah atau sulit mendatangkan pemain seperti Evra, relatif mudah,” jelasnya.
Menurut Kunto, ajang ini baru tahap awal dari rencana jangka panjang Offside dalam mengembangkan intellectual property berbasis hiburan dan sepak bola komunitas. Tahun depan, pihaknya berencana memperluas gelaran serupa ke 8 hingga 11 kota di Indonesia, dengan menghadirkan dua hingga tiga pemain internasional lainnya.
“Ini baru permulaan, bisa dibilang masih tahap trial. Insyaallah tahun depan kami akan mendatangkan lagi pemain internasional dengan konsep yang sama — coaching clinic, clash of stars, dan turnamen jalanan. Harapannya, semangat sepak bola jalanan ini bisa menyebar ke lebih banyak kota,” ujarnya.
Tak hanya berorientasi hiburan, Offside juga menargetkan pengembangan pembinaan usia dini (grassroots) dengan program pelatihan berkelanjutan untuk anak usia 8–12 tahun. Kunto menyebut salah satu kolaborasi penting sempat dilakukan bersama pelatih Timnas Indonesia U-20, Indra Sjafri, untuk menyusun materi pelatihan jangka pendek hingga jangka panjang.
“Kami ingin punya silabus yang bisa menumbuhkan semangat bermain sepak bola sejak dini. Seperti yang Coach Indra sampaikan, sepak bola usia muda harus menyenangkan. Jadi anak-anak bisa berkembang dengan gembira dan cinta permainan ini,” kata Kunto.
Dalam pelaksanaannya, acara ini juga melibatkan kolaborasi dengan Asiop Football Academy, serta menghadirkan 25 anak dari lima kota besar yang terpilih melalui program Offside sebelumnya. Mantan pesepak bola nasional Syamsir Alam turut mendampingi Patrice Evra selama kegiatan berlangsung.
“Semangat anak-anak luar biasa, mereka menikmati setiap sesi latihan. Ini bukti bahwa sepak bola jalanan dan komunitas masih punya tempat besar di hati anak muda Indonesia,” tutup Kunto.