Tarif Impor AS Naik, Rupiah Melemah: Momentum Emas Pariwisata Indonesia Bangkit!

AKURAT.CO Founder Yayasan Inovasi Pariwisata Indonesia (YIPINDO) sekaligus Pakar Strategi Pariwisata Nasional, Taufan Rahmadi, menegaskan, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, sektor pariwisata harus dipandang sebagai salah satu sektor unggulan dalam mendorong kemandirian ekonomi dan meningkatkan devisa negara.
Menurutnya, dengan perencanaan yang jelas dan konkret, industri pariwisata Indonesia tidak hanya mampu bertahan di tengah gejolak global, tetapi juga semakin kuat dan berdaya saing di tingkat internasional.
Salah satu peluang besar, kata Taufan, muncul dari kenaikan tarif impor yang diberlakukan Presiden AS, Donald Trump, terhadap Indonesia sebesar 32 persen.
"Di sinilah industri pariwisata domestik bisa mengambil momentum untuk memperkuat daya tariknya," ujar Taufan dalam keterangannya, Kamis (3/4/2025).
Selain itu, ia menilai pelemahan Rupiah terhadap Dolar AS juga akan berdampak signifikan pada kebiasaan wisatawan Indonesia yang gemar bepergian ke luar negeri (outbound tourism).
"Dengan kurs yang semakin mahal, biaya perjalanan ke destinasi favorit seperti Jepang, Korea Selatan, dan Eropa akan melonjak. Ini bisa menggeser preferensi wisatawan lokal ke destinasi domestik," tambahnya.
Berdasarkan data Mastercard Economics Institute (2023), wisatawan Indonesia rata-rata membelanjakan USD1.200 per perjalanan luar negeri pada tahun 2022.
Baca Juga: Fitur Baru Google Maps Membantu Pengguna Menemukan Lokasi dari Tangkapan Layar
Dengan depresiasi Rupiah yang signifikan, angka ini berpotensi naik drastis, sehingga banyak wisatawan akan mencari alternatif destinasi di dalam negeri.
Menurut Taufan, pemerintah dan pelaku usaha harus segera mengambil langkah strategis, seperti:
- Meningkatkan promosi destinasi unggulan agar lebih menarik bagi wisatawan domestik.
- Memberikan insentif bagi wisatawan lokal, seperti diskon tiket masuk objek wisata dan subsidi transportasi.
- Meningkatkan kualitas atraksi wisata agar destinasi domestik semakin kompetitif dan menarik.
Ia menegaskan, jika strategi ini dijalankan dengan tepat, pelemahan Rupiah justru bisa menjadi momentum untuk mendongkrak jumlah wisatawan asing dan memperkuat industri pariwisata dalam negeri.
"Dalam situasi seperti ini, strategi adaptasi yang cermat dan berbasis data sangat dibutuhkan. Sejarah membuktikan bahwa krisis selalu melahirkan peluang," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








