Akurat
Pemprov Sumsel

Tarif Impor AS Naik, Rupiah Melemah: Momentum Emas Pariwisata Indonesia Bangkit!

Ahada Ramadhana | 3 April 2025, 19:42 WIB
Tarif Impor AS Naik, Rupiah Melemah: Momentum Emas Pariwisata Indonesia Bangkit!

AKURAT.CO Founder Yayasan Inovasi Pariwisata Indonesia (YIPINDO) sekaligus Pakar Strategi Pariwisata Nasional, Taufan Rahmadi, menegaskan, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, sektor pariwisata harus dipandang sebagai salah satu sektor unggulan dalam mendorong kemandirian ekonomi dan meningkatkan devisa negara.

Menurutnya, dengan perencanaan yang jelas dan konkret, industri pariwisata Indonesia tidak hanya mampu bertahan di tengah gejolak global, tetapi juga semakin kuat dan berdaya saing di tingkat internasional.

Salah satu peluang besar, kata Taufan, muncul dari kenaikan tarif impor yang diberlakukan Presiden AS, Donald Trump, terhadap Indonesia sebesar 32 persen.

"Di sinilah industri pariwisata domestik bisa mengambil momentum untuk memperkuat daya tariknya," ujar Taufan dalam keterangannya, Kamis (3/4/2025).

Selain itu, ia menilai pelemahan Rupiah terhadap Dolar AS juga akan berdampak signifikan pada kebiasaan wisatawan Indonesia yang gemar bepergian ke luar negeri (outbound tourism).

"Dengan kurs yang semakin mahal, biaya perjalanan ke destinasi favorit seperti Jepang, Korea Selatan, dan Eropa akan melonjak. Ini bisa menggeser preferensi wisatawan lokal ke destinasi domestik," tambahnya.

Berdasarkan data Mastercard Economics Institute (2023), wisatawan Indonesia rata-rata membelanjakan USD1.200 per perjalanan luar negeri pada tahun 2022.

Baca Juga: Fitur Baru Google Maps Membantu Pengguna Menemukan Lokasi dari Tangkapan Layar

Dengan depresiasi Rupiah yang signifikan, angka ini berpotensi naik drastis, sehingga banyak wisatawan akan mencari alternatif destinasi di dalam negeri.

Menurut Taufan, pemerintah dan pelaku usaha harus segera mengambil langkah strategis, seperti:

- Meningkatkan promosi destinasi unggulan agar lebih menarik bagi wisatawan domestik.
- Memberikan insentif bagi wisatawan lokal, seperti diskon tiket masuk objek wisata dan subsidi transportasi.
- Meningkatkan kualitas atraksi wisata agar destinasi domestik semakin kompetitif dan menarik.

Ia menegaskan, jika strategi ini dijalankan dengan tepat, pelemahan Rupiah justru bisa menjadi momentum untuk mendongkrak jumlah wisatawan asing dan memperkuat industri pariwisata dalam negeri.

"Dalam situasi seperti ini, strategi adaptasi yang cermat dan berbasis data sangat dibutuhkan. Sejarah membuktikan bahwa krisis selalu melahirkan peluang," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.