AKURAT.CO, Generasi Z merupakan kelompok yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga pertengahan 2010-an. Kehidupan sehari-hari mereka sangat dipengaruhi oleh smartphone, media sosial, dan koneksi internet yang konstan.
Salah satu istilah yang sering dikaitkan dengan generasi ini adalah FOMO atau "Fear of Missing Out", yang menggambarkan perasaan kecemasan atau ketidaknyamanan ketika merasa sedang melewatkan sesuatu yang menarik yang sedang terjadi. Tapi, mengapa Generasi Z lebih sering disebut generasi paling FOMO daripada generasi sebelumnya?
Baca Juga: Generasi Y Dan Z Lebih Rentan Terhadap FOMO, Benarkah?
1. Media Sosial yang Terus Berkembang
Salah satu alasan utama mengapa Generasi Z sering mengalami FOMO adalah popularitas media sosial. Generasi ini tumbuh dengan perkembangan platform digital seperti Instagram, Snapchat, Facebook, dan Twitter yang memberi mereka akses langsung ke kehidupan teman-teman, selebriti, bahkan orang asing. Melalui foto, video, dan cerita yang diposting secara konstan, generasi ini memiliki pandangan langsung tentang apa yang sedang terjadi di dunia, dan ketika mereka merasa mereka melewatkan sesuatu, perasaan FOMO bisa muncul.
2. Teknologi Mobile yang Memungkinkan Akses Terus-Menerus
Generasi Z juga tumbuh dengan akses terus-menerus ke teknologi mobile. Dengan smartphone yang selalu ada di tangan, mereka selalu online dan terhubung ke berbagai platform. Ini membuat mereka rentan terhadap perasaan FOMO karena dapat dengan mudah melihat apa yang sedang terjadi di dunia kapan saja dan di mana saja. Mereka merasa harus selalu aktif di media sosial agar tidak ketinggalan berita atau peristiwa penting.
3. Kultur Konsumsi yang Dipengaruhi Media
Generasi Z juga terbiasa dengan iklan, ulasan produk, dan pengaruh media sosial yang mendorong mereka untuk terlibat dalam berbagai kegiatan konsumsi. Ketika melihat teman-teman mereka melakukan hal-hal yang menarik atau memiliki barang-barang baru, generasi ini sering merasa perlu untuk mengikuti tren dan berpartisipasi dalam apa yang sedang tren, yang dapat memicu perasaan FOMO jika mereka merasa mereka tidak bisa melakukannya.
4. Keterhubungan Sosial yang Kuat
Generasi Z adalah generasi yang sangat terhubung secara sosial. Mereka memiliki banyak teman di media sosial dan berkomunikasi dengan mereka secara teratur. Namun, ini juga dapat menjadi sumber FOMO ketika melihat teman-teman mereka berkumpul atau pergi bersama tanpa mereka. Perasaan bahwa mereka ditinggalkan atau dikecualikan dapat memicu FOMO.
Generasi Z seringkali dihadapkan pada tuntutan untuk berprestasi dalam kehidupan mereka. Mereka melihat teman-teman mereka mencapai kesuksesan dalam pendidikan, karier, atau kehidupan sosial, dan mereka merasa perlu untuk mencapai tingkat yang sama atau lebih tinggi. Perasaan bahwa mereka melewatkan peluang untuk meningkatkan diri mereka sendiri dapat memicu FOMO.
6. Keterbukaan terhadap Berbagai Pengalaman
Generasi ini juga cenderung terbuka terhadap berbagai pengalaman dan peluang. Mereka ingin mencoba banyak hal baru dan berpartisipasi dalam kegiatan yang berbeda. Namun, dengan begitu banyak pilihan yang tersedia, mereka mungkin merasa cemas bahwa mereka tidak bisa mencoba semuanya, yang dapat menghasilkan perasaan FOMO.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








