78 Tahun Berdiri, Inilah Sejarah Tupperware yang Resmi Ajukan Bangkrut

AKURAT.CO Perusahaan asal Amerika Serikat, Tupperware Brands, mengajukan kebangkrutan ke Pengadilan Kepailitan AS untuk Distrik Delaware, pada Selasa (17/9/2024).
Dilaporkan, perusahaan ini memiliki utang sebesar 812 juta dolar AS (sekitar Rp 12,4 triliun).
Meskipun rencana kebangkrutan ini belum sepenuhnya final, Tupperware berupaya untuk tetap melayani pelanggan selama proses tersebut berjalan.
Sehubungan dengan itu, ketahui berikut sejarah Tupperware yang telah dikutip dari laman resminya.
Sejarah Tupperware
Produk Tupperware pertama kali diperkenalkan pada 1940-an di Massachusetts, AS, oleh ahli kimia Earl S. Tupper.
Tupper, yang awalnya bekerja di perusahaan berbasis inovasi, menemukan cara untuk memurnikan ampas biji hitam polyethylene bahan dasar plastik menjadi plastik yang fleksibel, kuat, tidak berminyak, bening, aman, ringan, dan tidak berbau.
Pada 1938, ia mendirikan perusahaannya sendiri, Earl S. Tupper Company, dan mematenkan produk plastiknya dengan nama Poly-T.
Baca Juga: Sederet Fakta Menarik YouTuber Speed ke Kota Tua, Masuk Rumah Hantu Hingga Cicipi Nasi Padang
Setelah masa Depresi Besar (1929-1939), Tupper terinspirasi membuat wadah plastik kedap udara untuk membantu keluarga menghemat makanan selama perang.
Pada 1946, ia meluncurkan produk pertama berupa wadah penyimpan makanan Wonderlier Bowl dan Bell Tumbler.
Tupperware mempopulerkan bisnisnya melalui metode Tupperware Home Party atau Tupperware Party yang dipelopori oleh Brownie Wise.
Wise mempromosikan produk ini dengan mengadakan pesta di rumah-rumah, di mana peralatan yang digunakan adalah produk Tupperware.
Baca Juga: Profil IshowSpeed, YouTuber Kondang Asal AS yang Berkunjung ke Kota Tua
Pada 1950-an, merek Tupperware dipatenkan dan Brownie Wise diangkat sebagai Wakil Presiden Pemasaran.
Sejak 1960-an, produk Tupperware berkembang dan mulai dijual di Eropa, Amerika Tengah, Amerika Selatan, serta Asia.
Pada sekitar tahun 2010-an, Tupperware mengembangkan alat PONDS untuk menanam sayuran di luar angkasa, yang sedang diuji NASA sebagai solusi makanan bagi astronot.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








