Tzu Chi Gelar Doa Bersama Waisak, Ribuan Relawan Diingatkan Jangan Lupa Tekad Awal

AKURAT.CO Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia menggelar peringatan Hari Tri Suci Waisak melalui acara bertajuk “Doa Bersama Waisak” di Aula Jing Si, Tzu Chi Center, Minggu (10/5/2026).
Kegiatan berlangsung khidmat dan diikuti ribuan relawan, umat Buddha, serta para biksu. Sejak awal acara, suasana hening dan penuh refleksi terasa di seluruh area.
Para peserta mengenakan pakaian bernuansa hitam dan putih, sementara deretan biksu berjubah cokelat menambah nuansa sakral dalam prosesi tersebut.
Peringatan Waisak tahun ini terasa istimewa karena bertepatan dengan Hari Ibu Internasional dan Hari Tzu Chi Sedunia.
Selain itu, tahun 2026 juga menjadi momentum 60 tahun perjalanan Tzu Chi sekaligus peringatan ulang tahun ke-90 Master Cheng Yen.
Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Liu Su Mei mengatakan peringatan tahun ini memiliki makna mendalam bagi keluarga besar Tzu Chi.
“Tahun ini Tzu Chi menginjak 60 tahun, juga bertepatan dengan ulang tahun Master Cheng Yen ke-90 yang dirayakan begitu khidmat di Taman Teratai,” ujar Liu Su Mei.
Baca Juga: Kadin China Keluhkan Kebijakan HPM Nikel, Ini Repons Bahlil
Salah satu prosesi utama dalam kegiatan tersebut adalah pemandian rupang Buddha yang menjadi simbol penyucian batin dan refleksi diri.
Melalui prosesi itu, umat diajak membersihkan noda batin, menumbuhkan ketulusan, serta memperkuat niat untuk terus berbuat baik dalam kehidupan sehari-hari.
Momen yang paling mencuri perhatian terjadi saat ribuan peserta membentuk formasi tulisan “Mo Wang Chu Xin” dalam prosesi bersama.
Dari ketinggian, formasi tersebut terlihat jelas dan menjadi simbol pesan moral bagi seluruh relawan.
Relawan Tzu Chi, Amelia Devina menjelaskan tulisan tersebut memiliki arti “jangan lupa tekad awal”.
“Mo Wang Chu Xin artinya jangan lupa dengan tekad awal kita,” kata Amelia.
Menurutnya, pesan tersebut menjadi pengingat bagi para relawan untuk terus mengingat alasan awal mereka memilih jalan pelayanan kemanusiaan.
“Kita berharap semua relawan kembali ingat dan mengenang kembali tekad awal kenapa kita mau jadi relawan dan menjalani semangat Bodhisattva ini,” ujarnya.
Dalam ajaran Tzu Chi, semangat Bodhisattva menjadi dasar bagi para relawan untuk hadir membantu masyarakat melalui pelayanan dan kepedulian terhadap sesama.
Nilai tersebut diwujudkan melalui berbagai aksi kemanusiaan yang dilakukan secara konsisten selama puluhan tahun.
Prosesi pemandian rupang Buddha juga dimaknai sebagai ajakan untuk menenangkan diri dan memperkuat komitmen membawa manfaat bagi lingkungan sekitar.
Peringatan Waisak tahun ini tidak hanya menjadi seremoni keagamaan, tetapi juga ruang refleksi atas perjalanan panjang Tzu Chi dalam menebarkan nilai kemanusiaan selama enam dekade.
Di tengah suasana yang penuh kekhidmatan, pesan “jangan lupa tekad awal” menjadi benang merah yang terus digaungkan kepada seluruh relawan dan umat yang hadir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal





