Akurat Logo

Apa Itu People Pleaser? Kenali Ciri-Ciri, Dampak, dan Cara Mengatasinya Menurut Psikologi

Putri Chandra | 4 Juni 2026, 20:35 WIB
Apa Itu People Pleaser? Kenali Ciri-Ciri, Dampak, dan Cara Mengatasinya Menurut Psikologi
Ilustrasi, Apa Itu People Pleaser. (OpenAI)

AKURAT.CO Istilah people pleaser semakin sering dibahas dalam dunia psikologi dan kesehatan mental.

People pleaser adalah seseorang yang cenderung selalu berusaha menyenangkan orang lain, bahkan hingga mengesampingkan kebutuhan, perasaan, dan kepentingannya sendiri.

Sekilas perilaku ini terlihat positif karena menunjukkan kepedulian terhadap orang lain. Namun, jika dilakukan secara berlebihan, kebiasaan tersebut dapat menimbulkan stres.

Karena itu, penting untuk memahami apa itu people pleaser, ciri-cirinya, serta dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: John Herdman: Marc Klok Tak Masuk Skuad Timnas Indonesia karena Pemulihan Cedera


Apa Itu People Pleaser?

People Pleaser adalah istilah untuk seseorang yang cenderung selalu berusaha menyenangkan orang lain, bahkan sering kali mengabaikan kebutuhan, perasaan, atau kepentingan dirinya sendiri.

Orang dengan sifat people pleaser biasanya merasa tidak enak jika harus menolak permintaan orang lain.

Mereka sering berkata "iya" meskipun sebenarnya sedang lelah, tidak setuju, atau tidak ingin melakukannya. Tujuannya adalah agar disukai, diterima, dan tidak mengecewakan orang lain.

Dalam beberapa situasi, seorang people pleaser bahkan bisa mengubah sikap, pendapat, atau kepribadiannya agar lebih diterima oleh lingkungan sekitar.

Baca Juga: Dukung SNI Goes to Campus, Garudafood Edukasi Mahasiswa IPB University Mengenai Pentingnya Standardisasi dan Keamanan Pangan

Perlu diketahui, people pleaser bukanlah diagnosis medis maupun tipe kepribadian resmi dalam psikologi.

Istilah ini hanya digunakan untuk menggambarkan pola perilaku tertentu, seperti selalu bersedia membantu orang lain, mengambil alih pekerjaan orang, atau mengatakan hal-hal yang menyenangkan demi mendapatkan penerimaan dari orang lain.

Sifat ini juga berbeda dengan sikap baik hati atau dermawan. Orang yang baik tetap bisa membantu orang lain sambil menjaga batasan.

Sementara itu, people pleaser sering kali merasa kesulitan untuk menolak permintaan, meskipun sebenarnya mereka tidak sanggup atau tidak ingin melakukannya.

Akibatnya, mereka lebih rentan merasa lelah secara emosional, stres, atau bahkan dimanfaatkan oleh orang lain karena terlalu sering mengutamakan kepentingan orang lain dibanding diri sendiri.


Ciri-Ciri People Pleaser

Beberapa tanda seseorang memiliki kecenderungan people pleaser antara lain:

  • Sulit mengatakan "tidak" kepada orang lain.

  • Sering mengutamakan kebutuhan orang lain dibanding diri sendiri.

  • Takut membuat orang lain kecewa atau marah.

  • Merasa bersalah saat menolak permintaan.

  • Selalu berusaha menghindari konflik.

  • Terlalu memikirkan pendapat orang lain.

  • Mencari validasi atau pengakuan dari lingkungan sekitar.

  • Sering merasa kelelahan karena terlalu banyak membantu orang lain.


Dampak Menjadi People Pleaser

Meski terlihat baik karena suka membantu, sifat ini bisa berdampak negatif jika berlebihan, seperti:

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.