Gandeng PNM, Kementerian UMKM Berdayakan 15 Ribu Perempuan Pengusaha
Demi Ermansyah | 27 November 2024, 17:01 WIB

AKURAT.CO Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mendukung PT Permodalan Nasional Madani (PNM) yang merupakan ujung tombak penggerak ekonomi di lapisan bawah, untuk memberdayakan 15 juta perempuan pengusaha UMKM melalui program PNM Mekaar.
“Saya berkepentingan untuk mengajak teman teman AO (account officer) PNM, mari kita untuk membuat 15 juta ibu yang mungkin dulunya ultra mikro ke mikro dan mikro ke kecil. Kita naikkan kewibawaan dan derajat para ibu ini untuk mendorong mereka lebih naik lagi,” ujar Menteri Maman saat berkunjung ke Kantor PNM Kota Denpasar, Bali, Senin (25/11/2024).
Lebih lanjut, Menteri Maman menambahkan bahwa ia diamanahi tanggung jawab oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong UMKM naik kelas. Dalam kaitannya dengan PNM, dia mengajak untuk bersama-sama membuat para pengusaha UMKM untuk naik kelas dalam skala usaha.
Menteri Maman pun menekankan bahwa dalam 5 tahun ke depan diharapkan dapat mewujudkan harapan Presiden Prabowo untuk mengangkat derajat pengusaha UMKM.
“Saya tidak mau jadi menteri yang hanya sekadar mengurus gitu-gitu aja. Saya ingin jadi menteri yang hadir bagi pengusaha UMKM dan dalam 5 tahun ini saya bisa menaikkan derajat mereka," kata Menteri UMKM.
Ia ingin para ibu, merasakan hadirnya Kementerian UMKM dan PNM tidak hanya sekadar menjaga mereka tapi juga membuat mereka tumbuh, sukses, dan naik aset usahanya.
"Jadi sesederhana itu. Saya enggak punya tujuan lain, UMKM harus tumbuh dan berkembang,” tuturnya.
Di tempat yang sama, Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi menambahkan bahwa PNM cabang Denpasar membawahi 2 wilayah yaitu Bali dan NTT serta memiliki 2.019 insan PNM.
“Secara total kami punya dua lini bisnis pemberdayaan dan pembiayaan yaitu ULaMM atau Unit Layanan Modal Mikro dan PNM Mekaar. Saat ini cabang Denpasar melayani 441 ribu nasabah dengan khusus PNM Mekaar saja kita bisa menyalurkan Rp8,23 triliun ke 520 ribu perempuan dalam 8 tahun terakhir ini,” ujar Arief.
Sementara itu, anggota Komisi VI DPR RI, Gde Sumarjaya Linggih, mengatakan bahwa saat ini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui program PNM. Oleh karena itu, menjadi tugas AO untuk menyosialisasikan program PNM Mekaar.
“Jangan lupa juga kita punya Senyum atau sentra layanan ultra mikro. Ini untuk percepatan agar UMKM kita lebih berkembang. Karena UMKM kita terbukti mampu membuat ekonomi kita lebih baik dan bertahan saat krisis dibandingkan negara lain,” katanya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








