Lagi-lagi, Pendanaan Jadi Sandungan Pengembangan Startup Indonesia
Demi Ermansyah | 10 Desember 2024, 17:54 WIB

AKURAT.CO Di balik pertumbuhan signifikan jumlah startup di Indonesia, tantangan pembiayaan masih menjadi salah satu hambatan utama yang harus diatasi. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2022, sekitar 55,43% kebutuhan pembiayaan kewirausahaan, setara dengan Rp1.519 triliun, belum terpenuhi oleh lembaga perbankan.
Menanggapi hal tersebut, Menteri UMKM, Maman Abdurrahman menegaskan bahwa kesenjangan ini adalah tantangan besar yang harus dijawab bersama. "Kesenjangan ini menjadi hambatan utama bagi banyak startup untuk bertumbuh. Forum seperti Startup Investment Forum memiliki peran penting untuk membuka ruang kolaborasi antara investor dan startup potensial," ungkapnya di Jakarta, Selasa (10/12/2024).
Oleh karena itu, tambahnya, dalam rangka menjawab tantangan tersebut, pemerintah melalui Kementerian UMKM telah meluncurkan sejumlah inisiatif, termasuk skema pendanaan tahap awal, insentif pajak, hingga pembangunan pusat inovasi. Selain itu, program Entrepreneur Financial Fiesta (EFF) menjadi salah satu langkah strategis dalam mempercepat akses pembiayaan bagi startup tahap awal.
startup
Baca Juga: Punya Banyak Stratup, Menteri Maman Sebut RI Berpotensi Jadi Pemain Ekonomi Digital Global
“Hingga kini, EFF telah bekerja sama dengan 74 lembaga keuangan, termasuk 51 venture capital dan 11 perbankan. Program ini berhasil memberikan pendanaan senilai Rp201,9 miliar kepada 646 startup dan wirausaha sejak 2020,” ucap Plt. Deputi Bidang Kewirausahaan, Siti Azizah sembari mengamini pernyataan Menteri Maman.
Namun, tantangan tidak hanya berhenti pada pendanaan. Banyak startup menghadapi kesulitan membuktikan nilai bisnis mereka, terutama di tahap awal. "Keterbatasan agunan dan sulitnya membangun kepercayaan investor menjadi kendala utama. Dukungan teknis dan finansial pada tahap awal sangat penting untuk membantu startup bertahan,” tambah Azizah.
Pemerintah juga memperluas cakupan dukungan melalui kerja sama dengan IDX Incubator dalam program Road to IPO 2024, memberikan peluang kepada startup untuk melantai di bursa saham. Langkah ini diharapkan dapat membuka akses pendanaan yang lebih luas dan meningkatkan keberlanjutan ekosistem startup di Indonesia.
Dalam upaya memperkuat kepercayaan investor, Menteri Maman mengajak semua pihak untuk percaya pada potensi besar startup Indonesia. "Generasi muda kita adalah inovator masa depan. Mereka mampu menciptakan solusi disruptif yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat," kata Maman.
Melalui sinergi antara pemerintah, startup, dan investor, tantangan pembiayaan, harap Maman, semuanya dapat teratasi, membuka jalan bagi Indonesia untuk menjadi pemain utama dalam ekonomi digital global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








